APR 02, 2025@15:00 WIB | 103 Views
Hyundai baru saja memperkenalkan konsep mobil listrik berukuran kecil yang berpotensi menjadi Hot Hatch di masa depan, yaitu **Insteroid**. Konsep ini berbasis dari model Inster EV, mobil listrik mungil Hyundai.
Namun, yang menarik perhatian adalah absennya logo N pada Insteroid—yang biasanya digunakan pada mobil performa Hyundai. Ditambah lagi, pernyataan dari para eksekutif Hyundai menimbulkan spekulasi bahwa jika model ini masuk ke jalur produksi, kemungkinan besar akan lebih menjadi mobil sporty kasual bila bandingkan dengan model i20 N yang lebih serius.
Hyundai sendiri sebelumnya telah menyatakan keinginannya untuk menghadirkan mobil listrik performa tinggi dengan harga lebih terjangkau dibandingkan Ioniq 5 N dibanderol Rp1,2 Miliar dan lebih mahal dari Ioniq 5 biasa.
Mobilnya para Generation Z
Nicola Danza, Manajer Desain Eksterior Hyundai Eropa, menyampaikan bahwa mobil seperti Insteroid memiliki potensi untuk menjadi mobil impian bagi generasi muda.
"Kita sering mendengar bahwa generasi muda saat ini tidak terlalu tertarik pada mobil. Namun, menurut saya itu tidak sepenuhnya benar. Mereka hanya belum menemukan mobil yang dapat membuat mereka jatuh cinta," ujarnya.
"Saat kecil, banyak dari kita yang memiliki poster mobil impian di kamar. Saya sendiri dulu ingin banget memiliki Lamborghini Countach dan Porsche 911 sebagai mobil impian. Saat ini, kita belum memiliki mobil yang bisa menjadi ikon bagi generasi muda." tukasnya.
Menurutnya, Insteroid dirancang untuk mereka yang menginginkan mobil dengan desain menarik dan harga yang lebih terjangkau dibandingkan model performa tinggi seperti Ioniq 5 N.
"Mereka tidak mampu membeli Ioniq 5 N. Jadi, mari kita buat mobil yang sesuai untuk mereka," tambahnya.
Mengapa Insteroid Tidak pakai logo N?
Meskipun Insteroid menggunakan penggerak bertenaga 478 kW dari Ioniq 5 N serta memakai desain yang agresif dan siap balap, Hyundai memutuskan untuk tidak memasukkan model ini ke dalam lini "N".
"Mungkin ini sebagai hal yang berbeda," Ucap Danza. Saat ditanya apakah Insteroid melibatkan divisi N, Danza pun sepertinya berkata sebaliknya. "Divisi N menciptakan mobil performa yang benar-benar serius. Sementara itu, konsep desain ini dibuat untuk melihat ke masa depan dan mengeksplorasi kemungkinan baru."
Menurutnya, jika Insteroid dimasukkan ke dalam lini N, desainnya akan berubah dan justru tidak akan tampil seperti konsep saat ini.
"Jika kita membuatnya sebagai model N, ukuran ban harus lebih besar dan akan ada perubahan dari segi performa. Itu tidak akan sesuai dengan konsep awalnya," jelasnya.
Karena itu, Hyundai memilih untuk terlebih dahulu menghadirkan mobil impian yang menarik secara visual, sebelum mempertimbangkan langkah berikutnya.
Kendala Terbesar ada di Baterai
Namun, ada satu tantangan utama yang dihadapi. Insteroid menggunakan **platform 400-volt**, yang mungkin tidak memenuhi standar performa tinggi dari divisi N.
Mantan kepala divisi Hyundai N, **Albert Biermann**, pernah menyatakan bahwa sistem **400-volt tidak cukup untuk menghasilkan performa yang dapat bertahan di lintasan balap**.
"Jika ingin membuat mobil N yang bisa digunakan di sirkuit tetapi hanya menggunakan sistem 400-volt, lebih baik tidak usah dibuat," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa semakin rendah voltase, semakin tinggi panas yang dihasilkan, yang dapat mengurangi performa mobil baik saat berkendara maupun saat pengisian daya.
Meski demikian, Biermann tidak menutup kemungkinan bahwa mobil kecil seperti **Inster N** dapat berhasil dengan sistem 400-volt, selama memiliki aerodinamika yang baik serta bobot yang ringan.
"Namun, jika tidak bisa bertahan di sirkuit, lebih baik diberi nama **N Line**, bukan N," pungkasnya.
Dengan demikian, Hyundai tampaknya memang memiliki keinginan untuk menghadirkan hot hatch listrik yang lebih terjangkau. Namun, pertanyaan besarnya adalah: **apakah model ini akan mampu menghadirkan performa tinggi yang sebanding dengan mobil N lainnya, atau hanya menjadi mobil yang menyenangkan untuk dikendarai di jalan raya?**