

APR 22, 2026@16:18 WIB | 54 Views

Jetta, sub-brand Volkswagen (VW) Group di China, telah memperkenalkan calon mobil listrik pertamanya dalam bentuk Jetta X Concept.
Debut prototipe SUV listrik ini bukan sekadar pamer desain, tapi juga sinyal kuat bahwa raksasa Jerman siap bertarung di segmen entry-level China yang sudah sangat sesak.
Masuk segmen entry-level, salah satu poin paling menarik dari Jetta X Concept adalah strategi harganya. VW Group melalui FAW-VW menargetkan segmen harga sekitar 100.000 Yuan atau kurang lebih $14.700 - $15.000.

Jika dikonversikan ke Rupiah, angka ini berada di kisaran Rp 240 jutaan. Harga ini tentu akan menjadi ancaman serius bagi produsen EV lokal China maupun pemain global lainnya di kelas menengah ke bawah.
Dengan target harga yang sangat kompetitif, Jetta X Concept digadang-gadang akan menjadi "mobil sejuta umat" baru di era elektrifikasi.
Usung Desain Tangguh: Boxy dan Futuristik
Jetta X Concept akan berbeda dengan jajaran mobil listrik seri ID dari VW yang cenderung membulat. Konsep ini tampil dengan bahasa desain yang lebih berani yakni boxy atau mengkotak.

Bentuk kotak ini akan memberikan kesan tangguh dan ruang kabin yang luas. Untuk menyelaraskan desain boxy-nya, mobil akan dilengkapi fitur yang ada pada SUV offroad seperti fender kekar, trapezoidal wheel arches,dan cladding hitam.
Prototipe ini menggunakan lampu LED sempit di bagian depan dan belakang dengan kait derek merah. Interiornya mengikuti tata letak minimalis dengan layar besar dan sedikit kontrol fisik.

Bersamaan dengan perilisan ini, Jetta juga membeberkan strategi rencana meluncurkan lima model hingga tahun 2028.
Lima mobil tersebut adalah empat merupakan kendaraan energi baru (NEV) dan satu kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).
Model produksi massal pertama dijadwalkan akan mulai dijual akhir tahun ini. VW mematok target ambisius untuk brand Jetta, yakni mencapai penjualan 400.000 hingga 500.000 unit per tahun. [wic/timBX]