

JAN 29, 2026@14:32 WIB | 52 Views

Nissan NX8 telah resmi keluar dari jalur produksi di fasilitas Dongfeng-Nissan di Guangzhou. Mobil akan hadir dalam dua opsi powertrain, BEV dan EREV untuk pasar domestik.
Mobil produksi massal pertama hadir dengan warna ungu khasnya dan memiliki tulisan “000001” pada plat nomornya.
Plat nomor tersebut menjadi indikasi dari perusahaan untuk menjadikan NX8 sebagai mobil terlaris dengan total volume penjualan mendekati 1 juta unit.

Tujuan ambisius ini juga mengisyaratkan prospek crossover listrik sebagai produk global yang dijual di luar negeri.
Sebelumnya telah disebutkan bahwa perusahaan patungan Dongfeng-Nissan akan mengekspor mobil listriknya ke Asia Tenggara, Timur Tengah, dan wilayah lain mulai tahun 2026.
NX8 adalah SUV listrik bermerek Nissan pertama yang dikembangkan di Tiongkok. Mobil ini menggunakan platform yang sama dengan sedan N7. Dimensi NX8 adalah 4870/1920/1680 mm, dengan jarak sumbu roda 2.917 mm.
Mobil ini mengikuti bahasa desain V-motion dengan strip lampu LED halo sepanjang 2,4 meter di bagian depan.
Interior NX8 menawarkan tata letak layar ganda, roda kemudi dua palang, tuas pemindah gigi, dan dua bantalan pengisian daya nirkabel.
Mobil ini menawarkan tampilan head-up display dan sistem bantuan mengemudi dengan sensor LiDAR. Mobil ini mampu menjalankan fungsi Navigate On Autopilot (NOA) di jalan perkotaan dan jalan raya.
Nissan NX8 hadir dengan dua varian powertrain. Yang pertama adalah EREV dengan mesin ICE turbocharged 1,5 liter bertenaga 109 kW (146 hp) dan tiga varian baterai berkapasitas 20,3 kWh, 21,1 kWh, dan 37,4 kWh.
Motor listrik bertenaga 195 kW (261 hp) menggerakkan roda belakang mobil. Jangkauan listrik dari modifikasi ini berkisar antara 102 hingga 185 km.
Varian listrik penuh dari NX8 memiliki dua pilihan powertrain dengan motor listrik yang menghasilkan daya 215 kW (288 hp) dan 250 kW (335 hp).
Varian ini memiliki dua paket baterai untuk 73 dan 81 kWh. NX8 EV dapat menempuh jarak hingga 565-650 km dengan sekali pengisian daya. [wic/timBX]