

JAN 15, 2026@15:00 WIB | 54 Views
Blackpals, Toyota KE70 yang di Indonesia lebih dikenal sebagai Toyota Corolla DX memang punya tempat spesial di dunia modifikasi. Mobil ini sering dipilih bukan karena paling kencang atau paling modern, tapi karena ringan, seimbang, dan gampang diracik.
Pada build satu ini, Corolla DX diangkat dengan konsep taxi drift, tema unik yang menggabungkan tampilan santai ala mobil harian dengan spesifikasi siap dipakai ngepot di lintasan.
Konsep taxi drift sendiri bukan sekadar soal warna atau stiker. Corolla DX ini dibangun dengan filosofi mobil rakyat yang tampil sederhana, tapi punya isi serius.
Balutan warna kuning khas taksi langsung bikin mobil ini mencolok di lintasan, beda dari kebanyakan mobil drift yang identik dengan livery balap. Justru kesan “mobil biasa” inilah yang jadi daya tarik utama saat Corolla DX mulai melintir di tikungan.
Masuk ke sektor mesin, Corolla DX ini dipersenjatai mesin SR20DET yang sudah terbukti kuat dan responsif untuk drift. Setup mesinnya dibuat simpel tapi efektif.
Wastegate Tial ditanam langsung di manifold bawaan SR, sementara blow-off valve HKS bertugas membuang tekanan boost agar turbo tetap awet.
Untuk memastikan suplai bahan bakar aman saat mesin dipacu, digunakan pompa bensin eksternal milik Mercedes-Benz yang dikenal stabil dan tahan banting.
Tenaga dari mesin disalurkan lewat transmisi bawaan SR20 dari half-cut. Kombinasi ini dipadukan dengan gardan belakang Toyota Mark II yang terkenal kuat untuk aplikasi drift.
Supaya tenaga bisa tersalur maksimal ke roda belakang tanpa selip berlebihan, sektor kopling dipercayakan ke Ogura Racing. Setup ini bikin Corolla DX tetap gampang dikontrol meski dipakai ngepot terus-menerus.
Di sektor kaki-kaki, racikannya bisa dibilang unik tapi fungsional. Suspensi depan menggunakan set TEIN milik Nissan Silvia S13 yang sudah teruji di dunia drifting.
Sementara suspensi belakang diracik dari per Mercedes-Benz yang dipadukan dengan shockbreaker truk 1 ton. Kedengarannya ekstrem, tapi justru karakter keras dan stabilnya cocok buat kebutuhan drift agresif.
Urusan pengereman juga nggak diabaikan. Corolla DX ini menggunakan sistem rem depan dan belakang dari Silvia S13. Dengan bobot mobil yang relatif ringan, setup rem ini sudah lebih dari cukup untuk menjaga kontrol saat masuk tikungan dan pengereman mendadak.
Masuk ke bagian interior, konsepnya jelas: ringan dan fungsional. Kabin ditelanjangi hampir sepenuhnya, menyisakan dua jok depan, setir, dan dashboard standar. Tanpa fitur tambahan yang nggak perlu, Corolla DX jadi lebih responsif dan gampang diajak main sudut besar di lintasan.
Konsep taxi drift pada Corolla DX ini membuktikan kalau mobil drift nggak harus selalu tampil garang atau penuh grafis balap. Dengan tampilan ala taksi yang kalem tapi spesifikasi serius, mobil ini justru punya karakter kuat dan gampang diingat.
Corolla DX jadi contoh nyata bahwa modifikasi yang niat, meski sederhana, bisa menghasilkan mobil drift yang efektif sekaligus ikonik.
Buat Blackpals yang lagi cari inspirasi modifikasi, Toyota Corolla DX dengan konsep taxi drift ini bisa jadi bukti kalau mobil lawas, kalau dibangun dengan konsep yang jelas dan spek yang tepat, masih sangat relevan buat dunia drift sampai sekarang.
[ziz/timBX/mekanika].