

FEB 03, 2026@11:30 WIB | 783 Views

Beberapa waktu lalu, Toyota, Daihatsu, dan Suzuki sempat menandatangani kerjasama menghadirkan produk kei car kerjasama dengan teknologi full listrik. Kali ini, Toyota dan Daihatsu menghadirkan kei car EV kerjasamanya tersebut di Jepang.
Melansir Carscoops, Senin (2/2/2026), untuk versi Toyota diberi nama Pixis Van BEV. Sedangkan Daihatsu menghadirkan dua mobil yaitu e-Hijet Cargo serta e-Atrai RS. Sedangkan versi Suzuki meski belum ada wujudnya akan diberi nama e-Every.
Secara tampilan, baik versi Toyota dan Daihatsu masih mempertahankan bawaan dari versi mesin ICE mereka. Perbedaan paling mencolok hanya terletak pada panel pengisian daya yang kini terpasang di bumper depan.

Untuk bagian interior ada beberapa ubahan yang diberikan baik di versi Toyota dan Daihatsu. Mulai dari shifter yang diambil Toyota Prius terbaru. Untuk meningkatkan efisiensi energi, mobil ini dilengkapi dengan jok dengan pemanas, AC digital, port USB, serta stop kontak AC 100V yang bisa digunakan untuk memberi daya pada perangkat eksternal.
Meskipun beralih ke tenaga listrik, aspek praktis tetap menjadi prioritas baik di versi Toyota dan Daihatsu. Ruang kargo tidak berkurang serta kapasitas angkut maksimum tetap di angka 350 kg.

Lanjut ke bagian platform yang sudah mengusung DNGA dengan spek khusus untuk mobil listrik. Secara drivetrain, Toyota Pixis Van BEV, Daihatsu e-Hijet Cargo dan e-Atrai RS hadir dengan baterai lithium-ion 36,6 kWh dan motor listrik bertenaga 63 HP dan torsi 126 Nm.
Untuk jarak tempuh sendiri diklaim bisa berjalan sejauh 257 Km sekali isi daya menurut WLTC. Untuk pengisian daya sendiri hadir dalam opsi standar 6 kW untuk mengisi penuh selama 6 jam, serta fast charging DC 50 kW yang bisa mengisi 0 hingga 80 persen dalam 50 menit.

Soal harga memang ada kenaikan signifikan dari versi mesin ICE. Toyota Pixis Van BEV dan Daihatsu e-Hijet Cargo dibanderol mulai dari 3.146.000 Yen atau setara Rp 316 jutaan. Sedangkan Daihatsu e-Atrai RS yang berorientasi mobil penumpang dijual dengan harga lebih tinggi yakni 3.465.000 Yen atau Rp 348 jutaan. [edo/timBX]