

MAY 12, 2026@12:00 WIB | 70 Views

Rumor berhembus kuat kalau Jacob Elordi akan jadi nomor satu calon James Bond berikutnya. Bahkan rumor ini kabarnya yang mendorong ia jadi nomor satu adalah MGM Amazon. Namun, sampai saat ini belum ada yang menguatkan isu tersebut. Meskipun kabarnya Jacob sendiri bertemu dengan Dennis Villenueve itu sendiri.
Sayangnya, apakah ini mempengaruhi para fans James Bond yang merasa pilihan kali ini terasa belum mencapai apa yang selama ini sudah jadi trademark Bond. Humoris, Brutal bahkan ada juga yang beneran sedingin Timothy Dalton.
Lantas, apa yang jadi masalah kali ini?
Masalah "Pretty Boy" di Meja Judi
Nama Jacob Elordi mendadak masuk dalam pusaran rumor 007, dan internet langsung bereaksi seperti sedang melihat noda di setelan tuxedo. Penolakannya masif. Alasannya seragam: Elordi dianggap terlalu pretty boy.
Bagi loyalis Bond, aktor Euphoria ini terasa lebih cocok mondar-mandir di runway Fashion Week ketimbang memegang Walter PPK di kasino Monte Carlo. Ada semacam ketakutan kolektif bahwa Bond akan kehilangan aura "berbahaya" dan berubah menjadi ikon Gen Z yang terlalu rapi. Komentar seperti "James Bond should feel dangerous" menjadi bukti bahwa publik masih mendambakan sosok pria British yang matang, dingin, dan intimidatif layaknya era Daniel Craig.
Kutukan Tradisionalisme Fans Bond

Menariknya, kemarahan fans Bond adalah siklus yang berulang setiap dekade. Kita mungkin lupa betapa bencinya publik saat Daniel Craig pertama kali diumumkan. Craig dihina karena rambut pirangnya, wajahnya yang dianggap terlalu "kasar", dan dituduh akan menghancurkan citra necis 007.
Hasilnya? Craig justru mendefinisikan ulang Bond sebagai sosok yang rapuh namun mematikan, sekaligus menjadi salah satu suksesi paling menguntungkan secara komersial. Fenomena ini menunjukkan bahwa fandom Bond sering kali terjebak dalam nostalgia. Mereka membenci perubahan sampai akhirnya perubahan itu sendiri menjadi standar baru yang mereka puja.
Taruhan Hollywood: Relevansi vs Nostalgia

Satu hal yang harus disadari: Hollywood tidak sedang membuat museum, mereka sedang membangun franchise. Jika James Bond ingin bertahan 20 tahun ke depan, ia tidak bisa terus-menerus terjebak pada format pria paruh baya yang kaku.
Sosok seperti Jacob Elordi mungkin memang terasa seperti antitesis dari Bond klasik. Namun, di era di mana gaya hidup dan maskulinitas sedang didefinisikan ulang, karakter yang lebih muda dan stylish mungkin adalah satu-satunya cara agar 007 tetap relevan bagi audiens baru. Pertanyaannya bukan lagi apakah fans lama setuju, tapi apakah James Bond berani berevolusi atau malah gagal sebelum muncul? Sebuah pertanyaan yang bisa menjawab hanya Jacob Elordi itu sendiri. [Adi/TimBX]