

APR 20, 2026@12:56 WIB | 60 Views

Popularitas kendaraan EV yang terus meningkat meninggalkan satu tanda tanya besar, yaitu ‘kemanakah perginya baterai EV yang sudah tidak terpakai?’
Ya, karena selama ini publik hanya mendengar berita ‘EV baru yang meluncur’, pabrikan-pabrikan hanya berlomba-lomba menawarkan EV-EV baru nan canggih. Dan, publik hanya peduli jarak tempuh dan harga tanpa tahu ada hal kelam dibalik industri EV ini.
Tanpa disadari ini sedikit melenceng dari kehadiran awal EV. Yakni sebagai kendaraan hijau atau penyelamat lingkungan. Sekarang dengan jumlah produksi yang masif, EV justru menjadi calon penyumbang sampah dalam bentuk baterai.
Kebingungan selanjutnya adalah kemanakah baterai-baterai EV tersebut?

Masalah sampah EV ini menjadi perhatian Rivian dan mereka menawarkan solusi terbaik saat ini.
Perusahaan memperkenalkan program “Second Life Battery” yang dikembangkan bersama dengan Redwood Materials.
Singkatnya adalah program ini memanfaatkan baterai EV bekas yang berasal dari kendaraan uji coba maupun kendaraan produksi yang telah mencapai masa akhir pakai optimalnya untuk menjadi energi baru.
‘Energi baru” yang dimaksudkan oleh Rivian disini adalah energi untuk menggerakkan operasional pabrik Rivian. Ya, jadi, Baterai EV bekas untuk menjalankan pabrik yang memproduksi EV.
Sebagai langkah awalnya, perusahaan telah mengembangkan sistem penyimpanan energi skala besar (Battery Energy Storage System atau BESS) di pabrik utama Rivian di Normal, Illinois.
Proyek ini memanfaatkan lebih dari 100 paket baterai bekas yang kemudian dirakit ulang menjadi sistem penyimpanan energi raksasa dengan kapasitas awal 10 Megawatt-hour (MWh).

Keuntungan Ganda: Hemat Biaya dan Jaga Stabilitas Listrik
Mengapa langkah ini disebut "Cara Pintar"? Ada dua alasan utama yang menjadi fokus Rivian.
Pertama. Penghematan Operasional.
Dengan sistem 10 mWh ini Rivian dapat menyimpan listrik saat tarif murah (jam non-sibuk) dan menggunakannya saat beban puncak (peak demand). Hal ini secara signifikan mengurangi biaya tagihan listrik bulanan pabrik.
Kedua. Green Energy
Sistem BESS ini akan terintegrasi dengan sumber energi terbarukan di lokasi pabrik, termasuk turbin angin berkapasitas 2,8MW dan panel surya behind-the-meter.
Artinya, setiap unit EV yang diproduksi akan ‘dihidupkan’ dengan energi yang jauh lebih bersih. Inovasi Rivian di pabrik Normal bukan sekadar proyek ramah lingkungan, melainkan strategi bisnis yang cerdas. [wic/timBX]