

AUG 06, 2026@14:00 WIB | 190 Views

Kalau selama ini mobil keluarga identik dengan bentuk yang itu-itu saja, Chery justru memilih jalur berbeda. Di GIIAS 2026, pabrikan asal China tersebut akhirnya memperlihatkan Chery Tiggo V untuk pertama kalinya di Indonesia. Memang statusnya masih prototipe, tetapi secara desain mobil ini sudah sangat dekat dengan versi produksi massal.
Yang menarik, Indonesia ternyata bukan sekadar pasar peluncuran. Mobil ini sejak awal memang dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Proses dua tahun untuk Pengembangan

Di balik lahirnya Tiggo V, ada proses pengembangan yang memakan waktu sekitar dua tahun. President Director Chery Motor Indonesia, Zheng Shuo, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan hasil kolaborasi tim Chery di China dan Indonesia. Berbagai riset serta Focus Group Discussion (FGD) dilakukan untuk mencari tahu seperti apa kendaraan keluarga yang benar-benar diinginkan masyarakat Indonesia.
"Dua tahun kami mengembangkan mobil kerja sama tim China dan Indonesia. Lewat Focus Group Discussion (FGD), untuk membuat produk sesuai dengan masyarakat Indonesia," ujar Zheng Shuo.
Dari proses tersebut lahirlah konsep yang sebelumnya dikenal sebagai Chery X, sebelum akhirnya berkembang menjadi Tiggo V. Ide dasarnya cukup ekstrem, yakni menggabungkan karakter SUV, MPV, dan pickup ke dalam satu platform. Konsep seperti ini masih sangat jarang ditemui, bahkan bisa dibilang belum memiliki rival langsung di pasar saat ini.
Saat Jadi SUV atau MPV Kabin lega

Saat digunakan sebagai SUV atau MPV, Tiggo V menawarkan kabin lapang dengan konfigurasi tujuh penumpang maupun captain seat. Namun ketika dibutuhkan untuk mengangkut barang, bagian belakangnya dapat diubah menjadi bak terbuka bergaya double cabin sehingga fungsinya bergeser layaknya sebuah pickup.
Secara dimensi, mobil ini juga tidak bisa dibilang kecil. Panjang bodinya mencapai 4.910 mm, dengan lebar 1.921 mm dan tinggi 1.790 mm. Proporsinya bahkan terlihat mendekati MPV listrik berukuran besar yang mulai bermunculan di pasar Indonesia, sehingga ruang kabin menjadi salah satu nilai jual utamanya.
Meski Chery belum mengungkap spesifikasi teknis secara lengkap, pabrikan memastikan Tiggo V akan memanfaatkan teknologi Chery Super Hybrid (CSH) sebagai salah satu opsi penggeraknya. Tidak menutup kemungkinan nantinya model ini juga akan hadir dengan konfigurasi elektrifikasi lain sesuai kebutuhan pasar.
Masih banyak teka-teki yang menyelimuti Tiggo V, mulai dari pilihan mesin hingga waktu peluncuran versi produksinya. Namun satu hal sudah jelas, Chery sedang mencoba menawarkan definisi baru sebuah mobil keluarga. Bukan sekadar SUV atau MPV, melainkan kendaraan multifungsi yang bisa beradaptasi dengan berbagai kebutuhan pemiliknya. [Adi/TimBX]