

AUG 17, 2026@10:00 WIB | 75 Views

Formula E mengahdirkan seri terakhir pada akhir pekan lalu dalam tajuk London ePrix. Dua balapan yang berlansgung di ExCEL London berlangsung dramatis dan mengahsilkan Pascal Wehrelin keluar sebagai juara dunia untuk kedua kalinya di balap mobil listrik paling bergengsi di dunia tersebut.
Dimulai dari race pertama yang menjadi ronde 16 musim 2025/26 pada Sabtu (15/7/2026) dimana Pascal berhasil keluar sebagai pemenang. Memulai balapan dari pole position, pembalap Porsche ini sempat mendapatkan tekanan dari Mitch Evans dan kejaran pembalap lain di grup depan.
Momen krusial terjadi di pertengahan lomba saat Full Course Yellow dikibarkan karena terjadi insiden yang melibatkan Lucas di Grassi. Wehrlein memanfaatkan momentum neutralisasi lintasan tersebut untuk melakukan Pit Boost tanpa kehilangan waktu berharga.

Dan pada akhirnya, Wehrelin menangi race pertama London ePrix dengan keunggulan 5 detik atas Jack Dennis di posisi dua. Sedangkan podium tiga diraih Antonio Felix da Costa.
Lanjut ke race kedua alias ronde 17 yang sekaligus menjadi penentu siapa yang akan jadi juara dunia. Sebelum race kedua, Wehrelin hanya unggul 5 poin dan masih ada potensi gelar juara dunianya dicuri para rival.
Nyck de Vries tampil memukau di awal lomba dan sempat memimpin balapan selama beberapa lap. Namun masuk ke pertengahan lomba, posisi de Vries justru terus melorot. Penggunaan Attack Mode juga membuat Pascal Wehrein terlempar keluar 10 besar.

Kekacauan terjadi di lap 31 saat Joel Eriksson tergelincir di tikungan 16 dan menyeret Jake Dennis. Insiden ini membuat Dennis harus out dari lomba dan memupus harapannya meraih juara dunia. Sementara itu, Mitch Evans yang membutuhkan kemenangan untuk merebut gelar hanya mampu finis di posisi keempat.
Pemenang race kedua London ePrix ini diraih Taylor Barnard yang memecahkan rekor pembalap termuda yang memenangi balapan Formula E. Podium dua diraih Nyck de Vries disusul Edoardo Mortara di posisi tiga.
Pascal Wehrlein yang finis di luar 10 besar dan gagal meraih poin tetap berhak meraih gelar juara dunia Formula E musim 2025/26 kali ini. Dengan raihan 198 poin, ia unggul 7 poin atas Mitch Evans di posisi dua dengan 191 poin. Sedangkan Jake Dennis ada di posisi tiga dengan 181 poin. [edo/timBX]