

JUL 31, 2026@17:16 WIB | 180 Views
Di tengah gempuran SUV listrik yang berlomba-lomba soal jarak tempuh baterai, iCAR V27 hadir di GIIAS 2026 dengan pendekatan berbeda: bukan BEV murni, tapi Range Extended Electric Vehicle (REEV) sebuah kompromi teknis yang justru bisa jadi jawaban paling realistis untuk kondisi infrastruktur pengisian daya di Indonesia saat ini.
REEV secara prinsip berbeda dari PHEV maupun BEV. Pada REEV, mesin bensin tidak pernah menggerakkan roda secara langsung, perannya lebih murni sebagai generator yang mengisi baterai saat daya listrik menipis. Semua tenaga penggerak roda tetap berasal dari motor listrik.

Ini penting dipahami karena artinya karakter berkendara V27 akan konsisten seperti mobil listrik murni (torsi instan, halus, senyap) di semua kondisi, tanpa peralihan karakter engine yang kadang cukup kentara pada PHEV konvensional saat mesin bensin ikut turun tangan menggerakkan roda.
Mungkin secara spesifikasi perlu teknis dari perlu sistem Golden REEV milik V27 yang diklaim memiliki jarak tempuh listrik murni menjangkau ±200 km cukup untuk kebutuhan harian tanpa menyalakan generator sama sekali.
Sementara, mesin generator 1.5T Turbo Range Extender dengan efisiensi termal 45,79% adalah pencapaian angka yang tinggi untuk mesin pembakaran internal (mesin bensin konvensional umumnya berkisar 30-38%). Itu berarti lebih banyak energi dari bahan bakar benar-benar terkonversi jadi listrik, bukan terbuang sebagai panas.
Jadi siklus baterai, motor listrik dan mesin secara gabungan menghasilkan jarak tempuh lebih dari 1.200 km dalam satu siklus baterai dengan kondisi tangki penuh.
iCAR V27 dengan sistem penggerak: Three-Motor True Electric AWD

Bagian paling menarik secara teknis ada di sistem penggerak V27, yang menggunakan tiga motor listrik dengan peran berbeda:
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Motor generator P1 | Mengubah putaran mesin 1.5T Turbo menjadi listrik untuk mengisi baterai |
| Motor depan P3 | Menggerakkan roda depan |
| Motor belakang P4 | Menggerakkan roda belakang |
Karena roda depan dan belakang masing-masing digerakkan motor listrik independen (bukan lewat propeller shaft mekanis seperti AWD konvensional), sistem ini disebut True Electric AWD, dengan distribusi torsi ke masing-masing gandar bisa diatur secara elektronik dalam hitungan milidetik, jauh lebih cepat dan presisi dibanding sistem AWD mekanis dengan kopling/diferensial fisik.
Hasil dari kombinasi tiga motor ini iCAR V27 menghasilkan tenaga total: 335 kW (455 PS) dan Torsi: 505 Nm. Kemampuan Akselerasi 0-100 km/jam hanya 5,9 detik. Angka akselerasi ini sekelas mobil sport untuk ukuran SUV boxy sepanjang lebih dari 5 meter menunjukkan bahwa arsitektur tiga motor bukan sekadar gimmick pemasaran, tapi benar-benar diterjemahkan ke performa nyata.
9+ Mode Berkendara: Bukan Cuma Angka di Brosur
V27 dibekali lebih dari 9 mode berkendara: ECO, Comfort, Sport, Individual, All-Terrain, Slippery, Mud, Loose, dan Uneven. Yang membedakan dari sekadar "mode nama-nama keren", karena penggeraknya berbasis tiga motor listrik independen, setiap mode ini bisa benar-benar mengatur ulang distribusi torsi antar roda dan respons throttle secara elektronik bukan hanya mengubah mapping mesin seperti pada mobil ICE konvensional.
Mode seperti Mud, Loose, dan Uneven relevan karena distribusi torsi ke roda dengan traksi terbaik bisa dilakukan jauh lebih presisi dibanding sistem AWD mekanis.
Dimensi dan Karakter Bodi
Sebagai SUV boxy, V27 punya proporsi yang cukup besar untuk kelasnya Panjang: 5.045 mm, Lebar: 1.976 mm, Tinggi: 1.894 mm, dan Wheelbase: 2.900 mm.
Wheelbase 2.900 mm ini tergolong panjang, biasanya berkorelasi dengan ruang kabin yang lega serta stabilitas saat melaju di kecepatan tinggi. Ditambah velg dual-tone 21 inci, desain lampu bergaya heritage, roof rail struktural, dan spare tire full-size di belakang.
Kenapa Harus iCAR V27, Bukan yang Lain?
Ini pertanyaan yang lebih menarik dijawab dengan membandingkan tiga arsitektur elektrifikasi yang ada di pasar:
Dibanding BEV murni V27 menghilangkan range anxiety yang jadi keluhan utama pemilik BEV di Indonesia, di mana jaringan SPKLU (stasiun pengisian) masih jauh dari merata terutama untuk perjalanan antar kota.
Dengan 200 km jarak listrik murni untuk mobilitas harian dan total 1.200+ km saat bepergian jauh, V27 tidak memaksa penggunanya bergantung pada infrastruktur pengisian cepat yang lokasinya masih terbatas.
Bila Dibanding PHEV konvensional mesin bensin di V27 tidak pernah menggerakkan roda secara langsung (murni sebagai generator), karakter berkendara tetap konsisten seperti EV di semua kondisi halus dan bertenaga instan tanpa transisi kasar antara mode listrik dan mode mesin bensin yang kadang terasa pada beberapa PHEV.
Sementara bila dibanding SUV ICE konvensional, efisiensi termal generator 45,79% dan sistem tiga motor membuat konsumsi bahan bakar efektif jauh lebih rendah dibanding mesin bensin/diesel konvensional dengan tenaga setara 455 PS, sekaligus memberi akselerasi kelas sport (5,9 detik ke 100 km/jam) yang sulit dicapai SUV ICE seukuran ini tanpa mesin berkapasitas jauh lebih besar.
iCAR V27 melengkapi portofolio iCAR di Indonesia setelah sebelumnya memperkenalkan V23 sebagai BEV murni. Dengan hadirnya varian REEV ini, iCAR pada dasarnya menawarkan dua jalur elektrifikasi berbeda kepada konsumen bagi yang sudah nyaman dengan ekosistem pengisian daya bisa memilih V23, sementara yang menginginkan fleksibilitas jarak jauh tanpa mengorbankan pengalaman berkendara elektrik bisa mempertimbangkan V27.[Ahs/timBX]