

JUN 16, 2026@15:00 WIB | 56 Views
Berkendara dengan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) kini bukan hanya soal mendukung lingkungan yang lebih bersih. Teknologi elektrifikasi juga terbukti mampu memangkas pengeluaran rutin pemilik kendaraan secara signifikan, menjadikannya pilihan yang semakin menarik bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai salah satu merek yang fokus menghadirkan teknologi elektrifikasi modern, JAECOO menawarkan berbagai pilihan kendaraan NEV yang diklaim mampu menekan biaya operasional hingga puluhan persen dibandingkan mobil bermesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE).
Berdasarkan simulasi penggunaan harian sejauh 50 kilometer atau sekitar 1.500 kilometer per bulan, mobil bermesin bensin 1.500 cc turbo membutuhkan biaya bahan bakar sekitar Rp81.250 per hari dengan asumsi harga BBM RON 92 sebesar Rp16.250 per liter. Dalam setahun, total biaya operasional dan perawatan kendaraan tersebut dapat mencapai Rp31,25 juta.

Sebaliknya, mobil listrik JAECOO J5 EV hanya memerlukan biaya energi sekitar Rp9.600 per hari dengan asumsi tarif listrik Rp1.700 per kWh. Ditambah biaya perawatan yang lebih rendah, total pengeluaran tahunan pengguna hanya sekitar Rp4 juta. Artinya, pemilik J5 EV berpotensi menghemat hingga 88 persen dibandingkan kendaraan konvensional.

Tak hanya mobil listrik murni, teknologi Super Hybrid System (SHS) yang diusung JAECOO juga menawarkan efisiensi serupa. Model J7 SHS-P mampu menekan biaya operasional hingga 80 persen dengan total pengeluaran tahunan sekitar Rp8,2 juta. Sementara J8 SHS-P ARDIS memberikan penghematan hingga 75 persen dengan biaya tahunan sekitar Rp10 juta.
“Teknologi SHS tidak hanya menawarkan efisiensi, tetapi juga tetap memberikan performa berkendara yang maksimal. Dengan NEV JAECOO, konsumen bisa mendapatkan efisiensi lebih dalam penggunaan sehari-hari. J5 EV dapat menghemat hingga 88 persen, J7 SHS-P sekitar 80 persen, dan J8 SHS-P ARDIS mencapai 75 persen dibandingkan kendaraan konvensional,” ujar Jim Ma, Business Unit Director JAECOO Indonesia.
J5 EV Jadi Salah Satu Bintang di Pasar Mobil Listrik
Tingginya efisiensi yang ditawarkan turut berkontribusi terhadap meningkatnya penerimaan pasar terhadap produk-produk JAECOO di Indonesia. Salah satu model andalannya, JAECOO J5 EV, mencatat performa penjualan yang konsisten sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Berdasarkan data GAIKINDO, J5 EV membukukan penjualan wholesales dan retail masing-masing sebanyak 1.942 unit pada Januari 2026. Angka tersebut meningkat menjadi 2.926 unit pada Februari. Tren positif berlanjut pada Maret dengan wholesales 2.959 unit dan retail sales 2.775 unit.

Memasuki April, penjualan kembali meningkat menjadi 3.179 unit untuk wholesales dan 2.944 unit untuk retail sales. Sementara pada Mei 2026, J5 EV mencatat angka wholesales dan retail sales yang sama, yakni 3.000 unit. Berkat capaian tersebut, JAECOO berhasil menembus jajaran lima besar merek mobil terlaris di Indonesia pada Mei 2026.
“Konsumen melihat produk kami sebagai kendaraan yang memang mereka butuhkan dan menjadi pilihan utama untuk mobilitas sehari-hari. Teknologi yang kami hadirkan dapat dimiliki dan dinikmati oleh lebih banyak konsumen Indonesia,” tambah Jim Ma.
Perluas Jaringan Dealer Hingga 80 Titik
Seiring pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi di Tanah Air, JAECOO juga memperkuat komitmennya melalui pengembangan jaringan dealer dan layanan purna jual.
Saat ini, JAECOO telah memiliki 35 dealer yang beroperasi di Indonesia. Jumlah tersebut akan terus bertambah dengan target mencapai 80 dealer hingga akhir 2026, guna memastikan konsumen mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap layanan penjualan, servis, hingga ketersediaan suku cadang.
Dengan kombinasi efisiensi biaya, teknologi modern, dan dukungan jaringan yang terus berkembang, JAECOO optimistis kendaraan NEV akan menjadi pilihan baru masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mobilitas yang lebih hemat, nyaman, dan berkelanjutan. [Ahs/timBX]