

AUG 15, 2026@17:00 WIB | 1,102 Views

Nama GSR kembali punya arti serius di keluarga Mitsubishi. Kali ini bukan di balik kap mesin sedan atau SUV bermesin bensin, melainkan pada Mitsubishi ASX VR-e, hatchback listrik terbaru yang bakal mendapatkan varian GSR dengan tenaga nyaris 300 kW.
Mitsubishi Australia memang belum membuka seluruh kartu ASX VR-e GSR, tetapi versi Selandia Baru sudah memastikan bahwa GSR bukan sekadar paket kosmetik. Varian ini posisinya bakalan sebagai high-performance model, lengkap dengan konfigurasi dual motor dan penggerak All-Wheel Drive (AWD).
Spesifikasi Monster

Jika spesifikasinya mengacu pada model yang sudah dijual di Taiwan, ASX VR-e GSR berpotensi menghasilkan tenaga kombinasi 299 kW dan torsi 700 Nm. Angka tersebut datang dari dua motor listrik, sementara varian yang lebih rendah hanya menggunakan satu motor belakang dengan output 171 kW dan 350 Nm.
Yang membuatnya semakin menarik, tenaga hampir 300 kW tersebut bukan cuma besar untuk sebuah hatchback listrik. Dengan output itu, ASX VR-e GSR bahkan berpotensi menjadi Mitsubishi paling bertenaga yang pernah dijual di Australia, mengalahkan Lancer Evolution X TMR Bathurst Edition yang menghasilkan 247 kW dan 436 Nm.
Ada Kembarannya

Di Taiwan, mobil yang sama dijual sebagai Foxtron Bria Pioneer dan klaimnya mampu melesat dari 0-100 km/jam hanya dalam 3,9 detik. Namun angka tersebut kemungkinan menggunakan metode one-foot rollout, sehingga catatan akselerasi sebenarnya diperkirakan berada di kisaran 4,1-4,2 detik. Tetap saja, untuk sebuah hatchback listrik kompak, performanya jelas bukan main-main.
Lawan terdekatnya pun bukan sembarang EV. ASX VR-e GSR bakal berhadapan dengan MG4 XPower, yang memiliki output lebih besar, yakni 320 kW dan 600 Nm dari dua motor listrik. MG4 XPower juga mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam 3,8 detik.
Namun Mitsubishi punya satu masalah besar, bobot. Spesifikasi Taiwan mencatat ASX VR-e GSR memiliki berat sekitar 2.020 kg, lebih dari 250 kg dibandingkan MG4 XPower yang berada di angka sekitar 1.765 kg. Artinya, meski memiliki tenaga brutal, Mitsubishi harus mengandalkan sistem AWD dan karakter motor listrik untuk menerjemahkan output tersebut ke aspal.
Untuk sumber tenaganya, ASX VR-e menggunakan baterai LFP 57,7 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 466 km berdasarkan pengujian NEDC. Jika dikonversikan ke standar WLTP yang lebih realistis, jaraknya kemungkinan berada di sekitar 400 km.
Secara visual, Mitsubishi juga tampaknya tidak membuat GSR ini terlalu berlebihan. Mobil yang ditampilkan dalam materi awal menggunakan warna hijau muda dengan velg bergaya machined finish, atap kontras hitam, serta cover spion hitam. Di dalam kabin, pembeda paling mencolok kemungkinan hanya sabuk pengaman berwarna merah.
Menariknya lagi, ASX VR-e GSR menjadi varian GSR pertama dalam sekitar 30 tahun yang benar-benar mendapatkan tenaga lebih besar dibanding varian lain dalam satu lini model. Setelah Lancer GSR terakhir hadir pada 1996, nama GSR memang sempat kembali digunakan pada Lancer dan ASX, tetapi lebih banyak berfungsi sebagai pembeda tampilan karena mesinnya masih sama dengan varian lain.
Kini, Mitsubishi mencoba menghidupkan kembali nama tersebut lewat tenaga listrik
Belum jelas apakah Mitsubishi akan memberikan penyetelan khusus pada suspensi dan kemudi untuk membuat ASX VR-e GSR terasa lebih agresif. Sistem pengeremannya juga disebut belum tentu mendapatkan upgrade khusus meski tenaganya jauh lebih besar.
Satu hal yang sudah jelas, GSR akhirnya kembali menjadi sesuatu yang layak banya orang perhatikan oleh para petrolhead, meski kali ini tidak lagi membutuhkan mesin bensin berkapasitas besar. Mitsubishi justru membuktikan bahwa era elektrifikasi tidak harus berarti hilangnya karakter performa bahkan sebuah ASX listrik bisa punya tenaga yang membuat legenda Lancer Evolution harus menoleh. [Adi/TimBX]