

JUL 14, 2026@11:30 WIB | 75 Views

Mitsubishi nampaknya makin serius dalam menerapkan sistem otomatisasi dalam proses perakitan mobil. Yap, pabrikan asal Jepang ini diketahui akan menghadirkan teknologi robot Humanoid yang canggih.
Melansir Carscoops, Senin (13/7/2026), disebutkan bahwa mereka bekerjasama dengan sebuah startup bernama Highlander. Ini adalah perusahaan robotika yang lahir dari inkubasi Universitas Tokyo.
Mitsubishi dikabarkan telah mengucurkan investasi awal kepada startup tersebut. Salah satunya dengan peluang penambahan modal di masa mendatang, meskipun detail nilai investasi dan besaran kepemilikan sahamnya saat ini belum diungkapkan secara publik.

Strategi yang diterapkan oleh Mitsubishi terbilang cukup unik dibanding beberapa pabrikan lainnya. Jika pabrikan otomotif seperti BMW memilih untuk membeli robot humanoid dari pemasok luar seperti Figure untuk pabrik mereka di Amerika Serikat, Mitsubishi justru memilih skema pengembangan bersama.
Robot-robot Humanoid ini nantinya akan dibekali dengan sistem kecerdasan buatan alias AI. Serta robot-robot ini akan dirakit secara mandiri memanfaatkan gedung-gedung kosong yang berada di kompleks pabrik mesin mereka di Kyoto, Jepang.
Lalu untuk rencana perakitan atau produksi mobil dengan robot Humanoid ini direncanakan bisa memproduksi hingga 1.000 unit. Lalu produksi massal robot di pabrik Kyoto ini ditargetkan bisa dimulai paling cepat pada tahun 2027.

Pada tahap awal, robot bertenaga AI ini akan ditugaskan untuk menangani pekerjaan logistik seperti mengangkut komponen, pengelasan, serta perakitan mesin. Jika performa robot-robot ini terbukti memuaskan dan efisien di lini produksi mereka sendiri, Mitsubishi berencana untuk menjualnya ke perusahaan manufaktur lainnya.
CEO Mitsubishi Motors, Takao Kato menyebut bahwa robot Humanoid kerjasama dengan Highlander ini bukan untuk menyingkirkan peran manusia. ‘Kami ingin mengoptimalkan perakitan mobil yang efisien tanpa mengurangi peran manusia yang masih tergolong penting meski akan ada beberapa penyesuaian”, ungkap Takao. [edo/timBX]