MENU
icon label
image label
blacklogo

Range Rover Autobiography, SUV Hybrid 8 Miliar Rupiah di Indonesia?

FEB 23, 2026@12:00 WIB | 130 Views

Ternyata ini SUV Hybrid buat Gubernur Kalimantan TImur itu toh

Dalam dunia SUV mewah, nama Range Rover adalah kasta tertinggi. Ia bukan sekadar mobil; ia adalah simbol status, ketangguhan, sekaligus kenyamanan yang tak tertandingi. Namun baru-baru ini, salah satu variannya, Range Rover Autobiography, mendadak jadi buah bibir bukan karena kemampuan off-road-nya, melainkan karena label harganya yang menembus Rp8,5 miliar dalam pengadaan kendaraan dinas Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.

Dengan harga mencapai  miliaran rupiah untuk sebuah SUV mungkin terdengar lumrah di pasar hobi. Namun, ketika angka tersebut keluar dari kantong APBD untuk sebuah mobil dinas, ceritanya jadi lain. Mari kita bedah, apa sih kehebatan mobil ini sampai-sampai ia dianggap "layak" untuk menembus hutan Kalimantan dengan biaya fantastis?

Desain Minimalis dan Sederhana Namun Mengintimidasi

Range Rover generasi terbaru (L460) mengusung filosofi desain reductive. Tidak banyak garis tajam yang tidak perlu. Semuanya terlihat mulus, seolah dipahat dari satu bongkah logam utuh.

Yang paling ikonik adalah bagian belakangnya dengan lampu LED vertikal yang "tersembunyi" (hidden-until-lit) di dalam panel hitam mengkilap. Untuk varian Autobiography Long Wheelbase (LWB) yang digunakan di Kaltim, proporsinya terlihat lebih megah dengan jarak sumbu roda yang lebih panjang, memberikan aura kepemimpinan yang sangat kuat di jalan raya.

Performa Monster tapi Ramah Lingkungan

Varian yang sedang ramai dibahas adalah tipe Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Ini adalah pilihan cerdas sekaligus berisiko untuk medan Kalimantan. Dengan modal mesin berukuran 3.0L 6-silinder turbocharged yang dipadukan dengan motor listrik. Output yang dihasilkan pun mencapai 434 HP dengan torsi instan yang sanggup melesatkan mobil bongsor ini dari 0-100 km/jam dalam waktu sekitar 6 detik saja.

Belum itu saja, kemampuan EV Mobil ini bisa berjalan murni dengan tenaga listrik sejauh kurang lebih 100 km. Secara teori, ini adalah langkah "hijau" untuk mendukung IKN (Ibu Kota Nusantara).  Meski infrastruktur pengisian daya di pelosok Kaltim masih menjadi tanda tanya besar.

Interior kaya Kantor Berjalan 

Masuk ke kabin Autobiography seperti masuk ke dalam jet pribadi. Kursinya menggunakan kulit Semi-Aniline dengan fitur pijat 24 arah. Di bagian belakang (Executive Class Comfort Plus), penumpang mendapatkan layar sentuh 8 inci untuk mengontrol segalanya, mulai dari suhu, pencahayaan ambien, hingga sandaran kaki.

Satu fitur yang paling krusial untuk medan Kalimantan adalah Active Noise Cancellation. Teknologi ini menggunakan mikrofon di luar dan speaker di headrest untuk membatalkan suara bising dari luar. Jadi, meski di luar sedang hujan badai atau melewati jalanan berbatu yang berisik, suasana di dalam tetap setenang perpustakaan.

Kontradiksi Dengan Kebutuhan

Range Rover Autobiography adalah sebuah mahakarya otomotif. Ia adalah perpaduan sempurna antara luxury dan capability. Namun, dalam konteks kendaraan dinas di tahun 2026 ini, ia membawa beban lebih dari sekadar bobot mesinnya. Ia membawa beban persepsi publik tentang kemewahan di tengah tuntutan efisiensi.

Bagi mereka yang memiliki dana pribadi, mobil ini adalah ultimate goal. Namun, ini jadi pertanyaan apabila digunakan untuk keperluan di luar dari urusan pribadi. [Adi/TimBX]

Tags :

#
suv,
#
hybrid,
#
range rover