MENU
icon label
image label
blacklogo

Dua SUV Tangguh dengan Teknologi PHEV, Ini yang Membedakan JETOUR T1 dan T2 !

AUG 13, 2026@15:00 WIB | 88 Views

Arsitektur teknis di balik Intelligent Dual Mode (i-DM) atau sistem plug-in hybrid (PHEV) yang menjadi penggerak utama JETOUR T1 i-DM dan T2 i-DM ternyata punya perbedaan. 

Alih-alih menerapkan satu formula yang sama ke semua model, JETOUR merancang i-DM dengan dua konfigurasi hardware dan logika kontrol yang berbeda, disesuaikan dengan karakter penggunaan masing-masing kendaraan.

"Intelligent Dual Mode kami hadirkan dengan karakter yang berbeda pada JETOUR T1 i-DM dan JETOUR T2 i-DM, sehingga masing-masing mampu memberikan pengalaman berkendara yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup konsumen." tutur Irwan Nugraha Kurnia, Product Senior Manager PT JETOUR Sales Indonesia.

Secara teknis yang fundamental, teknologi  i-DM dibangun di atas tiga komponen inti yang saling terintegrasi. Pertama,  mesin 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, merupakan mesin bensin turbo yang dirancang khusus untuk kerja sama dengan sistem hybrid, bukan mesin konvensional yang sekadar ditambahkan motor listrik.

Kedua, Motor listrik dihadirkan sebagai sumber tenaga penggerak utama pada kecepatan rendah-menengah dan penopang tambahan tenaga saat akselerasi.

Ketiga, kehadiran teknologi Dedicated Hybrid Transmission (DHT), dimana unit transmisi yang mengatur jalur tenaga antara mesin, motor listrik, dan roda, sekaligus menentukan kapan masing-masing menopang sumber tenaga aktif.

Logika kontrol yang menjembatani ketiganya disebut Hybrid Management System, sebuah modul yang secara real-time membaca kondisi berkendara (kecepatan, beban, level baterai, gaya mengemudi) dan menentukan skenario kerja paling efisien pada momen itu juga, tanpa intervensi manual dari pengemudi.

Perbedaan paling mendasar antara T1 i-DM dan T2 i-DM terletak pada jumlah motor listrik dan jenis transmisi yang digunakan, jadi  bukan sekadar tuning software saja.

Spesifikasi

T1 i-DM

T2 i-DM

Konfigurasi motor listrik

1 motor listrik

2 motor listrik

Transmisi

1-Speed DHT

3-Speed DHT

Jumlah skenario hybrid

5 skenario

9 skenario

Karakter berkendara

Halus, praktis, harian

Responsif, bertenaga, adventure

Yang membedakan i-DM dari sistem hybrid konvensional adalah jumlah skenario kerja yang bisa dipilih secara otomatis oleh sistem. T1 i-DM memiliki lima skenario hybrid, sementara T2 i-DM memiliki sembilan skenario — mencerminkan kompleksitas hardware dua motor listriknya yang membuka lebih banyak kombinasi jalur tenaga (full-EV, engine-only, engine-assist-motor, motor-assist-engine, hingga kombinasi regeneratif saat deselerasi).

"Sistem akan secara otomatis memilih skenario penggerak yang paling optimal, baik saat menghadapi lalu lintas stop and go di perkotaan maupun ketika melaju pada kecepatan tinggi di jalan tol, sehingga performa dan efisiensi tetap dapat berjalan beriringan," tambahnya. 

Di luar otomatisasi ini, pengemudi tetap diberi kendali manual melalui tiga lapis pengaturan: Driving Mode (karakter respons throttle dan handling), Power Mode (prioritas tenaga vs efisiensi), dan Battery Level Mode (menentukan seberapa agresif sistem menjaga atau menghemat cadangan baterai), yang memberikan fleksibilitas bagi pengemudi yang ingin mengambil alih keputusan dari sistem otomatis.

Dari sisi pengisian daya, i-DM mendukung DC Fast Charging hingga 50 kW yang mampu mengisi baterai dari 30 persen ke 80 persen dalam sekitar 27 menit, di samping opsi AC Charging konvensional. 

Kombinasi manajemen energi ini yang membuat T2 i-DM diklaim mampu mencapai jarak tempuh gabungan lebih dari 1.200 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh. Angka yang menggambarkan secara  teknis, seberapa sering sistem berhasil menjaga kendaraan tetap pada skenario hybrid paling efisien di sepanjang perjalanan, bukan murni dari kapasitas baterai atau tangki semata.

Teknologi i-DM atau plug-in hybrid' pada T1 dan T2 menegaskan dua arsitektur hardware-software yang berbeda, sengaja dipisahkan sejak level transmisi dan jumlah motor listrik. T1 i-DM mengoptimalkan efisiensi dan kehalusan untuk mobilitas harian dengan sistem yang lebih sederhana, sementara T2 i-DM menambah kompleksitas dua motor listrik, transmisi multi-speed, dan sembilan skenario hybrid untuk mengejar torsi dan fleksibilitas tenaga yang dibutuhkan karakter adventure SUV. [Ahs/timBX]

Tags :

#
jetour t2 i-dm,
#
jetour indonesia