MENU
icon label
image label
blacklogo

Review Mortal Kombat 2, Fan Service Gila, Cerita Biasa Saja

MAY 06, 2026@07:00 WIB | 11,558 Views

Lebih besar dan lebih kejam, Tapi Cerita Belum Solid

Mortal Kombat 2 mungkin jadi salah satu film action blockbuster yang paling ditunggu tahun ini. Banyak penggemar sudah menantikan aksi brutal, pertarungan antarkarakter, serta fatality yang lebih sadis dari film pertamanya.

Apalagi sejak awal sudah banyak yang merasa sekuel ini bakal tampil lebih brutal dan penuh darah. Berikut review Mortal Kombat 2.

Salah satu daya tarik utama film ini tentu kehadiran karakter baru, Johnny Cage. Banyak orang sudah lama menunggu kemunculannya, apalagi Karl Urban dipercaya memerankan karakter tersebut.

Kehadirannya sempat memunculkan spekulasi bahwa Johnny Cage bakal menjadi salah satu pahlawan utama yang berani menghadapi Shao Kahn.

Cerita Biasa Saja, Tapi Penuh Momen Seru

Harapannya tentu cerita dan momen-momen penting bisa berjalan seimbang. Sayangnya, cerita di film ini terasa biasa saja dan lebih banyak berputar pada tema balas dendam. Konfliknya seolah hanya berfokus pada bagaimana karakter-karakternya membalas dendam kepada musuh mereka.

Tapi, Kitana justru terasa lebih menonjol dibanding Johnny Cage. Sementara Johnny Cage sendiri masih berada dalam tahap menemukan kemampuannya di Earthrealm. Di sisi lain, konflik Hanzo dan Bi-Han juga terasa belum benar-benar tuntas, seolah sengaja disimpan untuk sekuel berikutnya. Padahal, karakter Noob Saibot sendiri rasanya masih belum menunjukkan seluruh potensinya.

Kalau soal aksi, film ini benar-benar memuaskan. Mulai dari momen lucu hingga adegan fatality sukses membuat kami bergidik, bahkan beberapa adegannya terasa cukup membuat mual. Brutalnya jauh melampaui film pertama dan layak mendapat dua jempol. Bagi penonton awam mungkin adegan-adegannya terasa menjijikkan, tetapi untuk pemain game maupun penggemar Mortal Kombat, semua itu justru terasa seperti sebuah masterpiece.

Sayangnya, momen fatality dan humor Johnny Cage belum mampu menutupi kelemahan di sisi cerita. Meski begitu, dibanding film pertamanya, cerita di Mortal Kombat 2 tetap terasa lebih baik.

Karakter Pun Jadi Sia-Sia

Dari sisi karakter, interaksi antartokohnya masih terasa kurang. Johnny Cage misalnya, belum memiliki banyak momen bersama Kitana. Pertemuannya dengan Kano juga lebih terasa seperti dua orang Australia yang kebetulan bertemu di sebuah bar.

Bagian yang cukup menarik justru hadir ketika Hanzo mendengar kabar tentang Bi-Han. Suasana langsung berubah menjadi penuh amarah, dan menurut kami itu menjadi salah satu momen terbaik di film ini.

Sayangnya, Kitana lebih banyak berinteraksi dengan Jade sehingga hubungannya dengan Shao Kahn terasa kurang tergali. Padahal, hubungan itu seharusnya bisa membuat konflik utama menjadi lebih kuat dan lebih greget.

Pacing Cepat Tapi Berlalu saja

Masalah terbesar film ini ada pada pacing. Sebagai film action, ritmenya memang cepat, tetapi terasa nyaris tidak memberi ruang untuk menikmati momen-momen penting. Fokus film ini lebih banyak tertuju pada koreografi pertarungan yang memang sangat memanjakan mata.

Akan tetapi, rasanya beberapa adegan akan terasa lebih dramatis jika diberi sedikit waktu bernapas, terutama menjelang fatality. Dengan tempo yang sedikit lebih lambat, setiap momen penting bisa terasa lebih berkesan.

Pada akhirnya, Mortal Kombat 2 lebih cocok dinikmati sebagai film action penuh gore dan darah. Kalau datang dengan ekspektasi cerita yang tidak terlalu tinggi, film ini bakal terasa sangat menghibur. Jadi, apakah wajib ditonton? Jawabannya, wajib nonton di bioskop! [Adi/TimBX]

Tags :

#
mortal kombat ii,
#
joe taslim,
#
mortal kombat