MENU
icon label
image label
blacklogo

Review Spider-man Brand New Day

AUG 03, 2026@16:00 WIB | 274 Views

Spider-man Humble

Di tengah Marvel Cinematic Universe yang terus bergerak menuju Avengers: Doomsday, Spider-Man: Brand New Day justru mengambil langkah berbeda. Alih-alih menyuguhkan ancaman multiverse yang semakin besar, film ini memilih kembali ke jalanan New York dan mengingatkan penonton mengapa Spider-Man menjadi salah satu superhero paling dicintai.

Bukan karena kekuatannya, tetapi karena sosok Peter Parker yang selalu memilih menolong orang lain, bahkan ketika hidupnya sendiri berantakan ia akan terus menolong orang karena itulah tujuan hidupnya. 

Film ini melanjutkan konsekuensi besar dari Spider-Man: No Way Home. Lantaran, Dunia sudah melupakan identitas Peter Parker, termasuk dua orang yang paling berarti dalam hidupnya, MJ dan Ned. Di sisi lain, ancaman baru mulai muncul ketika Peter harus menghadapi Scorpion, sementara kehadiran Jean Grey membuka babak baru yang menghubungkan dunia Spider-Man dengan para mutant di MCU.

Identitas sang Pahlawan Tetap Tersembunyi

Salah satu kekuatan terbesar Brand New Day adalah bagaimana film ini membalik identitas sang pahlawan. Jika dulu Peter Parker dikenal sebagai sosok di balik topeng Spider-Man, kini yang tersisa justru Spider-Man tanpa Peter Parker. Tidak ada lagi teman yang mengingatnya, tidak ada keluarga yang menunggunya pulang, dan tidak ada kehidupan normal yang bisa ia jalani.

Namun di tengah kesendirian itu, Peter tetap memilih mengenakan kostumnya setiap hari untuk menolong warga New York tanpa berharap imbalan ataupun pengakuan. Film ini mengingatkan kembali bahwa kekuatan Spider-Man bukan berasal dari gigitan laba-laba atau kostum canggih, melainkan dari hati Peter Parker yang selalu memilih berbuat benar, bahkan ketika dunia sudah melupakan siapa dirinya.

Karena itulah, Tom Holland mungkin menghadirkan Peter Parker paling pilu dibanding tiga film sebelumnya. Ia bukan lagi remaja yang memiliki mentor, teman, atau tempat pulang. Semua hubungan yang dulu menjadi bagian hidupnya kini hilang begitu saja.

Momen ketika Peter harus melihat MJ dan Ned menjalani hidup tanpa mengenal dirinya menjadi salah satu sisi emosional yang paling kuat. Bahkan ketika Ned tanpa sadar membuat perangkat untuk melacak Spider-Man, film seolah memperlihatkan betapa dekat mereka, tetapi dalam saat yang sama terasa begitu jauh.

Jean Grey Hadir dengan Kekuatan Penuh

Di sisi lain, kehadiran Jean Grey menjadi salah satu kejutan terbesar. Sadie Sink tampil meyakinkan sebagai mutant dengan kemampuan telekinesis yang mampu memberikan tekanan berbeda kepada Spider-Man. Menariknya, Jean tidak hanya hadir sebagai karakter dengan kekuatan besar, tetapi juga menjadi pintu masuk yang terasa natural bagi era mutant di MCU. Interaksinya dengan Peter memberi dinamika baru yang membuat konflik terasa lebih personal dibanding sekadar pertarungan fisik.

Sementara itu, Scorpion memang akhirnya mendapat porsi yang lebih besar dibanding kemunculannya di film-film sebelumnya. Namun perannya masih belum cukup kuat untuk menjadi ancaman utama yang benar-benar membekas. Hal serupa juga terasa pada The Punisher. Kehadiran Frank Castle memang menarik sebagai pelengkap cerita, tetapi sisi brutal yang selama ini menjadi identitasnya terasa dikurangi. Ia lebih banyak berfungsi sebagai pendukung perjalanan Peter dibanding menjadi karakter yang benar-benar meninggalkan kesan mendalam.

Esensi Spiderman Sebagai Superhero

Meski begitu, kekuatan utama Brand New Day memang bukan terletak pada jajaran villain atau kemunculan karakter baru. Film ini berhasil mengembalikan esensi Spider-Man sebagai superhero yang membumi. Peter Parker kembali hidup sederhana, harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan tetap memilih membantu orang lain tanpa mengharapkan pujian. Nuansa inilah yang sempat memudar dalam beberapa film MCU sebelumnya, tetapi kini terasa hidup kembali.

Pada akhirnya, Spider-Man: Brand New Day bukan sekadar menjadi jembatan menuju fase besar MCU berikutnya. Film ini justru menjadi pengingat bahwa di balik kostum merah-biru itu selalu ada seorang anak muda yang rela mengorbankan kebahagiaannya demi orang lain. Di saat dunia sudah melupakan Peter Parker, Spider-Man tetap hadir untuk New York. Dan mungkin, itulah makna terbesar dari menjadi seorang Spider-Man.

Tags :

#
spiderman,
#
brand new day