

JUL 26, 2026@19:00 WIB | 136 Views

Ryan Gosling akhirnya resmi bergabung dengan Marvel Cinematic Universe. Dalam panel Hall H di San Diego Comic-Con 2026, Marvel Studios mengumumkan Gosling sebagai Johnny Blaze alias Ghost Rider untuk film solo yang dijadwalkan tayang pada 2028.
Pengumuman ini langsung menjadi salah satu kejutan terbesar di ajang tersebut. Setelah bertahun-tahun namanya dikaitkan dengan berbagai karakter Marvel, Gosling akhirnya mendapat peran sebagai Johnny Blaze. Film ini juga akan disutradarai Shawn Levy, yang sebelumnya sukses menggarap Deadpool & Wolverine (2024).
Ini bukan kali pertama Gosling identik dengan karakter yang dekat dengan dunia otomotif dan motor. Lewat sejumlah film yang pernah dibintanginya, ia sudah berkali-kali memerankan sosok pendiam dengan aura misterius, karakter yang dinilai cocok menjadi fondasi Johnny Blaze sebelum berubah menjadi Ghost Rider.

Dalam Drive (2011), Gosling memerankan seorang stuntman sekaligus getaway driver yang nyaris tidak pernah berbicara. Ia tampil tenang, dingin, dan misterius, tetapi mampu berubah sangat brutal ketika keadaan memaksanya.
Sementara itu, dalam The Place Beyond the Pines (2012), ia berperan sebagai Luke Glanton, seorang pengendara motor yang memanfaatkan kemampuan akrobatiknya untuk melakukan perampokan demi menghidupi keluarganya.
Di Blade Runner 2049 (2017), Gosling kembali menunjukkan kemampuannya memerankan karakter yang minim dialog namun penuh konflik batin. Gaya akting seperti inilah yang membuat banyak penggemar menilai dirinya cocok memerankan Johnny Blaze, sosok yang harus bergulat dengan kutukan sebelum akhirnya menjadi Spirit of Vengeance.
Ryan Gosling Sudah Punya DNA Ghost Rider

Pemilihan Ryan Gosling terasa menarik karena Marvel tidak sekadar mencari aktor laga untuk memerankan Ghost Rider. Studio ini memilih aktor yang sudah terbukti mampu membangun karakter kuat lewat ekspresi, gestur, dan bahasa tubuh, bahkan ketika dialognya sangat minim.
Gosling juga memiliki citra "Literally Me" yang melekat kuat di kultur internet. Banyak karakter yang diperankannya digambarkan sebagai pria penyendiri, menyimpan konflik batin, dan sulit mengekspresikan emosinya.
Johnny Blaze memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda. Sebelum menjadi Ghost Rider, ia adalah manusia yang kehilangan kendali atas hidupnya setelah terikat perjanjian dengan iblis dan dipaksa menjalani kehidupan sebagai Spirit of Vengeance.
Karena itu, bukan hal yang mengejutkan jika banyak penggemar langsung membayangkan Gosling mengenakan jaket kulit, menyalakan Hellcycle, lalu berubah menjadi Ghost Rider. Persona yang selama ini ia bangun terasa selaras dengan karakter tersebut.
Shawn Levy hadirkan Ghost Rider Berbeda
Kehadiran Shawn Levy sebagai sutradara juga membuka banyak harapan. Setelah Deadpool & Wolverine, Levy menunjukkan kemampuannya menggabungkan aksi berskala besar, humor, dan emosi dalam satu film.
Namun, Ghost Rider membutuhkan pendekatan yang berbeda. Karakter ini harus terasa sebagai monster supernatural yang kebetulan mengendarai motor, bukan sekadar pahlawan super dengan efek api.
Jika Levy mampu memadukan stunt motor nyata, desain Hellcycle yang agresif, penggunaan efek praktis, serta visual api yang lebih realistis, Ghost Rider berpotensi menjadi salah satu film MCU dengan nuansa paling gelap dalam beberapa tahun terakhir.
Film ini juga berpeluang memperluas sisi supernatural MCU, termasuk mengeksplorasi kutukan Johnny Blaze dan kemunculan Mephisto yang sudah lama dinantikan penggemar. Jika itu benar terjadi, Ghost Rider bisa menjadi pintu masuk baru bagi kisah-kisah horor di semesta Marvel. [Adi/TimBX]