

JUL 20, 2026@14:36 WIB | 469 Views

Blackpals, kalau melihat van modern sekarang, tampilannya memang keren, futuristis, dan serba tegas.
Tapi coba mundur sekitar 50 sampai 70 tahun ke belakang. Banyak van klasik yang justru punya desain unik, seolah-olah mereka adalah karakter dalam film kartun.
Memang mungkin tidak bisa dibilang ganteng dalam arti konvensional. Tapi setiap van punya "kepribadian" yang berbeda. Ada yang terlihat selalu tersenyum, ada yang tampak sedih, ada juga yang wajahnya seperti sedang kebingungan memikirkan hidup.
Lucunya lagi, semua van ini bukan cuma menarik dari sisi desain. Mereka juga menjadi pelopor berbagai teknologi dan konsep kendaraan yang sekarang sudah menjadi standar di industri otomotif.
Nah, berikut deretan van klasik yang kalau dikumpulkan, rasanya cocok banget jadi pemeran utama serial animasi.
1. DKW Schnellaster (1949–1962)
Kalau harus memilih tokoh utama dalam "film kartun" ini, DKW Schnellaster layak berada di posisi pertama.

Lampu depannya yang besar dan posisinya tinggi membuat mobil ini terlihat seperti punya mata yang penuh rasa penasaran sekaligus optimistis. Wajahnya memberi kesan ramah, polos, dan selalu siap membantu siapa saja.
Karakter itu ternyata sejalan dengan perannya di dunia nyata.
Diluncurkan pada 1949, DKW Schnellaster hadir saat Jerman sedang bangkit setelah Perang Dunia II. Selain tampil unik, van ini juga membawa banyak inovasi.
Mulai dari mesin di depan, penggerak roda depan, hingga desain bodi one-box yang memberikan ruang kabin luas dengan lantai benar-benar rata. Konsep seperti ini mungkin terdengar biasa sekarang, tapi pada masanya justru sangat revolusioner.
Bahkan DKW menjadi salah satu pabrikan pertama yang memproduksi mobil berpenggerak roda depan secara massal, jauh sebelum sistem FWD menjadi standar seperti saat ini.
Schnellaster juga hadir dalam berbagai versi, mulai dari van penumpang, mobil barang, pickup, hingga camper.
Mesin yang digunakan memang tidak besar. Awalnya hanya mesin dua silinder 700 cc bertenaga sekitar 20 hp, lalu berkembang menjadi mesin tiga silinder 900 cc dengan tenaga sekitar 32 hp.
Memang tidak kencang, tapi rasanya justru cocok dengan karakter "tokoh utama" yang selalu berusaha keras meski tenaganya terbatas.
2. Tempo Matador (1949–1951)
Kalau Schnellaster adalah karakter yang selalu optimistis, maka Tempo Matador bisa dibilang kebalikannya.

Lampu depannya yang posisinya lebih rapat dan masuk ke dalam bodi membuat ekspresinya terlihat seperti tokoh kartun yang selalu murung. Saat pintunya dibuka, bentuknya bahkan terlihat seperti seseorang yang sedang mengangkat tangan sambil pasrah.
Wiper yang dipasang di bagian atas kaca depan juga membuat tampilannya seperti memiliki alis yang sedang mengernyit karena khawatir.
Meski begitu, justru di situlah daya tarik Tempo Matador. Ia terlihat seperti karakter yang selalu takut mengambil risiko, tetapi pada akhirnya tetap berhasil menyelesaikan tugasnya.
Tempo Matador pertama kali diperkenalkan pada 1949 di Jerman dengan menggunakan mesin Volkswagen berpendingin udara bertenaga 25 hp yang dipadukan transmisi ZF.
Sama seperti Schnellaster, mobil ini memakai konfigurasi mesin depan dan penggerak roda depan.
Sayangnya, Volkswagen menganggap Tempo Matador sebagai pesaing langsung VW Bus, sehingga mereka menghentikan pasokan mesin. Akibatnya, generasi pertama Matador hanya diproduksi sampai 1951 dengan total sekitar 1.300 unit.
Nama Matador memang kembali digunakan pada generasi berikutnya, tetapi desainnya sudah tidak lagi memiliki wajah "kartun" seperti model pertama.
3. Fiat 600 Multipla (1956–1967)
Kalau dua mobil sebelumnya terlihat ramah dan melankolis, Fiat 600 Multipla justru memberi kesan cerdas sekaligus hiperaktif.

Dimensinya sangat mungil, tetapi mampu membawa enam penumpang dalam tiga baris kursi. Panjangnya hanya sekitar 3,5 meter, lebarnya tidak sampai 1,5 meter, tetapi ruang kabinnya benar-benar dimanfaatkan secara maksimal.
Kalau dipikir-pikir, rasanya seperti sulap. Rahasianya ada pada posisi mesin yang ditempatkan di belakang karena Multipla dibangun dari platform Fiat 600. Dengan begitu, bagian depan bisa digunakan sepenuhnya untuk ruang penumpang.
Kursi baris kedua dan ketiga juga dapat dilipat hingga rata sehingga mobil ini bisa berubah menjadi kendaraan pengangkut barang.
Soal performa memang tidak istimewa. Mesin empat silinder 633 cc miliknya hanya menghasilkan sekitar 21,5 hp. Namun bobot mobil yang ringan membuat kecepatannya masih mampu menyentuh sekitar 90 km/jam.
Menariknya lagi, Fiat 600 Multipla sempat menjadi kendaraan taksi yang sangat populer di Italia berkat ruang kabinnya yang lega.
4. Mazda Bongo Generasi Pertama (1966–1975)
Mazda Bongo generasi pertama punya wajah yang terlihat pintar.

Lampu depan yang sedikit masuk ke dalam bodi dipadukan bagian depan tanpa grille membuat tampilannya seperti karakter kartun yang selalu punya ide cemerlang.
Di balik tampilannya yang lucu, Mazda Bongo juga membawa banyak keunggulan. Lantai kabinnya hanya sekitar 45 cm dari tanah sehingga proses bongkar muat barang menjadi jauh lebih mudah.
Versi pickup bahkan memiliki panel samping yang bisa dibuka untuk mempermudah membawa barang. Sementara versi penumpangnya mampu mengangkut hingga delapan orang meski ukuran bodinya tergolong kompak.
Mazda pertama kali membekali Bongo dengan mesin 782 cc bertenaga 36 hp, kemudian meningkat menjadi hampir 1.000 cc dengan tenaga sekitar 51 hp.
Yang paling menarik, Mazda sudah menggunakan suspensi independen di depan dan belakang sehingga kenyamanan berkendaranya terasa lebih baik dibanding banyak rival pada zamannya.
Kesuksesan Bongo juga membuat model ini diproduksi ulang oleh Ford, Mitsubishi, hingga Nissan melalui sistem rebadge.
5. Peugeot D3/D4 (1950–1965)
Kalau ada penghargaan untuk van dengan hidung paling unik, Peugeot D3 dan D4 pasti masuk nominasi.

Di Prancis, mobil ini bahkan dijuluki "Nez de Cochon" atau "hidung babi" karena grille depannya yang menonjol keluar.
Dalam versi kartun, van ini cocok menjadi karakter yang hobi makan. Seolah-olah hidungnya digunakan untuk mencium aroma makanan dari kejauhan sebelum langsung meluncur menuju sumbernya.
Julukan itu memang tidak berlebihan. Peugeot D3 dan D4 memang sering digunakan sebagai mobil penjual makanan, pengangkut minuman, hingga kendaraan distribusi berbagai barang.
Yang menarik, desain "hidung babi" tersebut sebenarnya bukan sekadar gaya.
Awalnya mobil ini dikembangkan oleh Chenard-Walcker. Namun saat mesin empat silinder Peugeot yang lebih besar dipasang, ruang di bagian depan harus diperbesar. Hasilnya adalah grille yang menonjol keluar dan menjadi ciri khas mobil ini.
Pada 1950, Peugeot resmi mengambil alih Chenard-Walcker dan mulai menjual D3 serta D4 menggunakan mereknya sendiri.
Meski bukan murni hasil desain Peugeot sejak awal, D3 dan D4 tetap tercatat sebagai kendaraan berpenggerak roda depan pertama dalam sejarah Peugeot.
6. Nissan S-Cargo (1989–1991)
Kalau ada van yang benar-benar terlihat seperti karakter kartun, Nissan S-Cargo mungkin juaranya.

Bahkan namanya saja sudah menjadi petunjuk. S-Cargo dibaca mirip dengan escargot, kata dalam bahasa Prancis yang berarti siput.
Dan memang, desainnya dibuat menyerupai siput. Lampu depan yang menonjol terlihat seperti antena, sementara bagian belakang yang membulat mengingatkan pada cangkang siput.
Bisa dibilang, S-Cargo adalah salah satu mobil produksi massal paling "kartun" yang pernah dibuat.
Mobil ini merupakan bagian dari keluarga mobil retro Nissan yang dikenal sebagai Pike Cars, bersama Be-1, Pao, dan Figaro. Semuanya menggabungkan sentuhan desain klasik dengan nuansa futuristis yang unik.
Meski ukurannya mungil, S-Cargo tetap dirancang sebagai kendaraan niaga. Panel bodinya yang lebar cocok dipasang iklan, sedangkan atap yang tinggi membuat ruang kabinnya terasa lega. Nissan bahkan menyediakan opsi atap kanvas elektrik, fitur yang cukup unik untuk sebuah van kecil.
Panjangnya hanya sekitar 3,48 meter dengan lebar kurang dari 1,6 meter. Memang bukan van yang paling praktis, tetapi ukuran kompaknya membuat mobil ini sangat cocok digunakan di jalan perkotaan.
Di balik bodinya, Nissan menyematkan mesin empat silinder 1.500 cc bertenaga sekitar 72 hp yang dipadukan transmisi otomatis tiga percepatan. Performanya memang santai, tetapi justru sesuai dengan karakter "siput" yang diusungnya.
7. Barkas B1000 (1961–1991)
Kalau S-Cargo adalah karakter yang lucu, Barkas B1000 terlihat seperti sosok yang bijaksana.

Lampu depannya yang tinggi membuat mobil ini seolah memiliki mata besar yang selalu mengamati keadaan di sekelilingnya. Kalau dijadikan karakter kartun, Barkas mungkin akan menjadi sosok yang tenang, banyak berpikir, dan selalu waspada sebelum mengambil keputusan.
Di dunia nyata, Barkas B1000 memang dikenal sebagai van yang sangat fungsional.
Berkat penggerak roda depan, ruang kargonya lebih mudah dimanfaatkan dan kapasitas angkutnya cukup besar untuk ukuran zamannya. Bahkan dibanding rivalnya, Volkswagen Transporter, proses bongkar muat barang di Barkas terasa lebih praktis.
Tak heran kalau sekitar 170 ribu unit Barkas B1000 diproduksi dan menjadi pemandangan yang sangat umum di Jerman Timur selama puluhan tahun.
Modelnya pun beragam, mulai dari van, minibus, pickup, hingga kendaraan khusus.
Mesin awalnya menggunakan tiga silinder dua langkah 900 cc bertenaga sekitar 40 hp, kemudian berkembang menjadi mesin 992 cc dengan tenaga sekitar 52 hp. Seluruhnya dipadukan transmisi manual empat percepatan.
Menariknya, Barkas juga sempat memproduksi sekitar 1.900 unit dengan mesin Volkswagen 1.300 cc yang dibuat secara resmi di bawah lisensi VW.
8. Renault Estafette (1959–1986)
Kalau Jerman punya Volkswagen Transporter dan Barkas B1000, maka Prancis punya Renault Estafette.

Van ini menjadi tulang punggung kendaraan niaga Renault selama hampir tiga dekade. Bahkan Renault menyebut Estafette sebagai kendaraan favorit kepolisian Prancis pada masanya dan sering muncul dalam berbagai film.
Kalau dijadikan karakter kartun, Estafette mungkin cocok menjadi polisi kota kecil yang sangat serius menjalankan tugasnya.
Lampu depan bulat dipadukan grille yang bentuknya menyerupai kumis membuat wajahnya terlihat seperti seorang petugas yang selalu siaga menjaga ketertiban.
Bukan cuma tampilannya yang menarik, Estafette juga punya peran penting dalam sejarah Renault karena menjadi mobil berpenggerak roda depan pertama yang diproduksi perusahaan tersebut.
Konfigurasi itu membuat lantai kabinnya benar-benar rata sehingga ruang angkut menjadi lebih maksimal. Renault kemudian menghadirkan banyak versi, mulai dari pickup, van beratap tinggi, minibus sembilan penumpang, hingga camper.
Meski dimensinya cukup kompak, Estafette tetap mampu membawa muatan hingga sekitar 600 kg. Awalnya mobil ini menggunakan mesin 845 cc, kemudian berkembang menjadi mesin 1.300 cc dengan tenaga sekitar 44 hp.
Selama masa produksinya, Renault berhasil menjual lebih dari 500 ribu unit Estafette, menjadikannya salah satu van paling sukses di Eropa. Bahkan nama Estafette kembali dihidupkan Renault beberapa dekade kemudian sebagai konsep van listrik modern.
9. Bedford CA (1952–1969)
Penutup daftar ini datang dari Inggris, yaitu Bedford CA.

Van ini menjadi salah satu kendaraan niaga paling populer di Inggris setelah Perang Dunia II. Meski menggunakan merek Bedford, sebenarnya mobil ini merupakan bagian dari keluarga General Motors melalui Vauxhall.
Desainnya memang sederhana, tetapi penuh karakter. Kap depannya pendek, bodinya terlihat sedikit "gendut", sementara lampu depan yang berada di bawah garis kap membuat wajahnya terlihat seperti pria Inggris yang sopan dan selalu percaya diri.
Kalau dijadikan karakter kartun, Bedford CA mungkin akan menjadi kepala pelayan yang selalu ramah dan menganggap setiap tugas pengiriman barang sebagai misi yang sangat penting.
Berbeda dari kebanyakan van Eropa dalam daftar ini, Bedford CA menggunakan konfigurasi mesin depan dan penggerak roda belakang.
Mesinnya juga tidak mudah diakses dari depan. Kap kecil di bagian depan hanya digunakan untuk mengisi cairan pendingin, sementara akses utama mesin berada di dalam kabin.
Pada awal produksi, Bedford CA memakai mesin 1.500 cc. Menjelang akhir masa produksinya, kapasitas mesin meningkat menjadi 1.800 cc dengan kecepatan maksimum lebih dari 95 km/jam.
Di Inggris, Bedford CA digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kendaraan pos, ambulans, mobil polisi, hingga kendaraan niaga.
Salah satu versi yang paling terkenal adalah Bedford CA Dormobile, camper hasil kerja sama dengan Martin Walter Ltd. yang memiliki kursi Dormatic. Kursi tersebut dapat dilipat menjadi tempat tidur ganda, menjadikannya salah satu camper favorit pada masanya.
Kalau diperhatikan, semua van klasik dalam daftar ini memang punya "wajah" yang unik. Ada yang terlihat optimistis, pemalu, cerdas, serius, sampai benar-benar mirip seekor siput.
Justru itulah yang membuat mereka begitu berkarakter. Bukan hanya berjasa dalam perkembangan dunia otomotif lewat berbagai inovasi, van-van ini juga membuktikan kalau desain kendaraan bisa memiliki kepribadian yang kuat.
Di era mobil modern yang serba tajam dan agresif, deretan van klasik ini tetap berhasil mencuri perhatian dengan desain sederhana yang sampai sekarang masih mampu membuat siapa pun tersenyum saat melihatnya.
[ziz/timBX/berbagaisumber].