MENU
icon label
image label
blacklogo

Membedah JETOUR T2 i-DM: Ketika Adventure SUV Bertemu Sistem PHEV Generasi Kelima

JUL 31, 2026@09:00 WIB | 269 Views

JETOUR resmi memperluas jajaran elektrifikasinya di Indonesia lewat GIIAS 2026 dengan menghadirkan JETOUR T2 i-DM, varian plug-in hybrid dari Adventure SUV andalannya, JETOUR T2. Dibanderol Rp 688.000.000 (OTR Jakarta), mobil ini bukan sekadar penambahan baterai ke bodi yang sudah ada, melainkan aspek penting dan sejumlah rekayasa teknis di baliknya yang layak dibedah lebih dalam.

Arsitektur Powertrain: Intelligent Dual Mode (i-DM)

Inti dari JETOUR T2 i-DM terletak pada sistem Intelligent Dual Mode (i-DM), sebuah arsitektur hybrid yang menggabungkan tiga komponen utama:

Pertama, Hybrid Dedicated Engine generasi kelima ACTECO 1.5 TGDI, mesin bensin 1500cc turbo-direct injection yang dirancang khusus untuk kebutuhan hybrid, diharapkan memberikan daya jangkau yang jauh.

Kedua, Dibekali dengan CATL LFP Battery 18,4 kWh, menggunakan materi Lithium Iron Phosphate (LFP) dari CATL, pemasok baterai terbesar di dunia. Pemilihan LFP umumnya mengutamakan stabilitas termal dan durabilitas siklus pengisian dibanding densitas energi maksimal.

Ketiga, sektor transmisi dibekali dengan  3 percepatan, Dedicated Hybrid Transmission dengan Dual Electric Motor. Model ini cukup berbeda dari transmisi hybrid single-speed yang umum dipakai kompetitor. Dengan sistem 3-percepatan ini memungkinkan motor listrik bekerja pada rentang putaran yang lebih efisien di berbagai kondisi beban. Sedangkan dua motor listrik memberi fleksibilitas distribusi tenaga antara mode EV murni, hybrid, maupun direct-drive dari mesin bensin.

Kombinasi ini diklaim mampu menghasilkan jarak tempuh gabungan lebih dari 1.200 km dalam satu siklus penuh (baterai terisi penuh + tangki BBM penuh) — angka yang relevan untuk karakter Adventure SUV yang memang ditujukan untuk perjalanan jarak jauh dan medan yang lebih menantang.

Sistem Energy Recovery

Saat kendaraan melakukan deselerasi atau pengereman, sistem Energy Recovery mengonversi energi kinetik yang biasanya terbuang menjadi panas pada rem konvensional, menjadi energi listrik untuk mengisi ulang baterai 18,4 kWh tersebut.

Prosesnya berjalan otomatis melalui pengaturan software tanpa memerlukan intervensi manual dari pengemudi (tidak ada mode berkendara yang perlu dipilih secara eksplisit) — pendekatan yang mengarah ke pengalaman set and forget dibanding sistem hybrid lain yang mengharuskan pemilihan mode secara manual.

Struktur Bodi: Hardtop Cage Body Monocoque

Dari sisi struktural, JETOUR T2 i-DM mempertahankan basis Hardtop Cage Body Monocoque dengan komposisi 80% high-strength steel. Dua angka teknis yang jadi sorotan:

  • Static load hingga 300 kg  mengindikasikan kapasitas beban statis struktur bodi, relevan untuk kebutuhan membawa muatan atau modifikasi roof rack ala adventure.
  • Torsion rigidity 32.000 Nm/derajat, angka kekakuan torsi yang menggambarkan seberapa resisten sasis terhadap gaya puntir saat melewati medan tidak rata. Semakin tinggi angka ini, semakin minim body flex yang dirasakan penumpang maupun yang berdampak pada presisi handling.

Struktur inilah yang menopang elemen eksterior fungsional seperti Tie-Down Point, sebuah titik pengikatan yang biasanya dipakai untuk mengamankan barang bawaan saat ekspedisi atau perjalanan off-road ringan.

Diferensiasi Visual Sebagai Varian Elektrifikasi

Secara eksterior, JETOUR T2 i-DM dibedakan dari varian ICE murni melalui emblem i-DM dan PHEV, menandakan posisinya sebagai varian elektrifikasi dalam line-up T-Series. Tersedia dalam lima pilihan warna: Khaki White, Carbon Crystal Black, Aviation Silver, Highway Gray, dan Electroplated Green (dua warna terakhir berstatus warna eksklusif dengan finishing lebih premium).

Garansi dan Cakupan Purna Jual

Dari sisi komitmen jangka panjang terhadap komponen elektrifikasi, JETOUR membekali T2 i-DM dengan:

  • Garansi kendaraan & mesin: tanpa batasan kilometer selama 6 tahun
  • Garansi Power Battery & Drive System (mencakup Control System, Drive Motor, dan Motor Controller): 8 tahun atau 160.000 km

Cakupan garansi baterai dan sistem penggerak yang lebih panjang dibanding garansi mesin konvensional ini mencerminkan pola umum di industri PHEV, di mana komponen elektrifikasi dianggap sebagai investasi jangka panjang yang perlu jaminan lebih kuat untuk membangun kepercayaan konsumen terhadap teknologi baru.

JETOUR T2 (varian ICE) sendiri bukan pemain baru yang secara global telah terjual lebih dari 500.000 unit dalam 33 bulan, dan di Indonesia menjadi kontributor penjualan terbesar JETOUR sekaligus meraih posisi No. 1 Chinese Car kategori ICE pada semester pertama 2026. Data lain yang relevan secara teknis-adopsi: 60% dari total booking JETOUR T1 (model i-DM pendahulunya) berasal dari varian i-DM, menunjukkan preferensi pasar Indonesia mulai condong ke arah elektrifikasi dibanding varian ICE murni pada segmen yang sama.

JETOUR T2 i-DM pada dasarnya adalah studi kasus bagaimana arsitektur PHEV bisa diintegrasikan ke platform SUV berkarakter adventure tanpa mengorbankan dua hal yang biasanya berlawanan: efisiensi energi dan ketangguhan struktural.

Kombinasi mesin turbo generasi kelima, baterai LFP dari CATL, transmisi hybrid 3-percepatan dengan dual motor, serta bodi monocoque high-strength steel menempatkan mobil ini sebagai salah satu representasi paling matang dari filosofi Travel+ yang diusung JETOUR, meliputi jarak jauh, medan berat, namun tetap efisien.

Unit dan varian lengkap JETOUR T2 i-DM dapat dilihat langsung di Booth JETOUR, Hall 6C ICE BSD, selama GIIAS 2026 berlangsung.[Ahs/timBX]

Tags :

#
jetour indonesia,
#
giias 2026,
#
jetour t2 idm