MENU
icon label
image label
blacklogo

Mesin Ford Lawas Ini Tengah Diinvestigasi Karena Masalah Timing Belt, Apa Yang Terjadi?

AUG 05, 2026@11:30 WIB | 101 Views

Brand mobil asal Amerika Serikat, Ford sedang mengalami sebuah masalah pelik. Diketahui, badan keselamatan jalan raya Amerika Serikat atau NHTSA sedang menginvestigasi pada cacat produksi mesin Ford berkapasitas 1.000cc Ecoboost karena adanya masalah pada bagian timing belt.

Melansir Carscoops, Selasa (4/8/2026), disebutkan bagian timing belt pada mesin 1.000cc Ecoboost dari Ford rentan terkelupas dan dapat mengakibatkan kerusakan mesin secara mendadak. Tidak tanggung-tanggung, ada sekitar 135.551 unit mesin mobil Ecoboost ini yang bermasalah.

Detailnya mulai dari Ford Fiesta tahun 2014 hingga 2017, Ford Focus tahun 2015 hingga 2018 dengan transmisi manual dan matic, serta Ford EcoSport tahun 2018 hingga 2021. Semua unit yang terdampak ini memang terfokus pada yang beredar di Amerika Serikat.

Penyelidikan ini awalnya dimulai pada Desember 2025 setelah NHTSA menerima setidaknya 44 keluhan dari pemilik mobil. Penyelidik mengidentifikasi masalah utama pada desain wet timing belt yang terendam di dalam oli mesin.

Seiring penggunaan normal, bahan sabuk penggerak tersebut berangsur-angsur terkikis dan terkelupas. Serpihan kotoran dari sabuk yang terkelupas ini kemudian menggumpal dan menyumbat saringan pompa oli mobil.

Sumbatan tersebut mengganggu sirkulasi oli ke komponen inti mesin. Hal ini membuat mesin mengalami kekurangan pelumas dan memicu gesekan ekstrem. Dan pada akhirnya mesin mati mendadak saat kendaraan sedang dikendarai. Hal ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Salah satu temuan mendasar dari tim investigasi adalah bahwa kegagalan mesin terjadi jauh sebelum perkiraan umur pakai komponen yang direkomendasikan produsen. Disebutkan kerusakan terjadi setelah mesin dipakai hingga jarak tempuh sekitar 112 ribuan km.

Lalu ada temuan sekitar 98 persen kasus kerusakan terjadi sebelum mencapai interval penggantian timing belt awal yang ditetapkan Ford, yaitu 240 ribu Km. Banyak pemilik melaporkan bahwa indikator tekanan oli baru menyala beberapa saat sebelum mesin mati, atau bahkan tidak memberikan peringatan sama sekali.

Guna merespons keluhan tersebut, Ford sudah memperpendek interval rekomendasi penggantian timing belt menjadi 160 ribu km atau 6 tahun. Lalu mereka menawarkan reimbursement bagi pemilik terdampak yang memenuhi syarat.

Meski begitu, langkah ini masih belum cukup menghilangkan potensi risiko keselamatan pengemudi. NHTSA sendiri memang belum memberi peringatan untuk recall meski kemungkinan itu masih bisa saja terjadi di masa depan. [edo/timBX]

Tags :

#
ford,
#
mesin,
#
investigasi,
#
ecoboost,
#
timing belt