MENU
icon label
image label
blacklogo

Tujuh Kunci Keberhasilan Rancang Bangun LEPAS E4 dari Sasis LEX Platfom

AUG 04, 2026@19:00 WIB | 5 Views

Sebelum sebuah mobil listrik bisa diklaim nyaman, senyap, atau efisien, ada satu lapisan yang jarang disorot tapi menentukan segalanya: platformnya. Bukan baterai, bukan motor listrik, bukan pula deretan fitur di brosur, melainkan kerangka dasar yang menentukan bagaimana semua komponen itu bekerja sama. Cerita LEPAS E4 EV dimulai dari sini, dari sebuah fondasi bernama LEX Platform.

Beberapa tahun terakhir, perlombaan kendaraan listrik cenderung berputar di angka-angka besar: kapasitas baterai dalam kWh, tenaga motor dalam kW, jarak tempuh dalam kilometer. Namun bagi tim pengembang LEPAS, angka-angka itu baru bermakna kalau benar-benar terasa di jalan.

"Teknologi itu pada akhirnya harus bisa memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh pengguna," ujar Lalu Indra Wirabhakti, Product Manager LEPAS Indonesia, menjelaskan filosofi di balik pengembangan platform ini.

Dari titik itulah LEX Platform dirancang, bukan hanya sebagai kumpulan spesifikasi, melainkan sebagai jawaban atas empat kebutuhan konkret yang dirangkum dalam konsep Four MoreMore Stable, More Spacious, More Quiet, dan More Efficient.

Merancang Ruang Sebelum Merancang Mesin

Pertama, rekayasa LEX Platform dimulai bukan dari mesin, melainkan dari tata ruang kabin. Arsitektur platform disusun agar volume kendaraan bisa dimanfaatkan maksimal tanpa mengorbankan kenyamanan penumpang. Hasilnya: kapasitas bagasi mencapai 1.334 liter, ditambah front trunk 35 liter di bagian depan (ruang yang biasanya kosong pada mobil bermesin konvensional, kini bisa dimanfaatkan karena tidak ada blok mesin di sana), serta 33 titik ruang penyimpanan tersebar di seluruh kabin.

Pendekatan tata ruang seperti ini adalah salah satu keuntungan struktural kendaraan listrik dibanding kendaraan bermesin bakar  dan LEX Platform dirancang untuk mengeksploitasi keuntungan itu sejak tahap desain awal, bukan sebagai penyesuaian belakangan.

Membangun Stabilitas dari Kaki-Kaki

Kedua, setelah geometri kabin ditentukan, fokus rekayasa berpindah ke sistem kaki-kaki. LEX Platform mengadopsi konfigurasi MacPherson Suspension di roda depan dan Multi-link Independent Suspension di roda belakang sebagai kombinasi umum di kendaraan modern, namun yang membedakan adalah proses tuning sasis yang dilakukan secara presisi untuk menyesuaikan karakter berkendara dengan bobot baterai dan distribusi beban kendaraan listrik.

Hasil dari tahap ini bukan cuma stabilitas saat menikung atau melintasi jalan tidak rata, tapi juga fondasi untuk tahap berikutnya: peredaman suara dan getaran.

Meredam Ruang Kabin

Ketiga, Kabin senyap pada mobil bukan kebetulan, ia hasil dari optimalisasi struktur kendaraan yang menyasar kualitas Noise, Vibration, and Harshness (NVH). Getaran dan suara dari permukaan jalan yang biasanya merambat ke kabin, ditekan sedari struktur bodi. Efeknya baru terasa saat kendaraan benar-benar dikendarai: percakapan di dalam kabin tidak perlu ditinggikan volumenya, musik terdengar lebih jernih, dan perjalanan jauh terasa lebih tidak melelahkan.

Tiga tahap di atas ruang, stabilitas, dan akustik menjadi fondasi mekanis LEX Platform. Setelah itu, barulah rekayasa berpindah ke jantung listriknya.

Merangkai Sistem Penggerak Jadi Satu Unit

Di titik inilah efisiensi energi menjadi sorotan utama. LEX Platform mengintegrasikan 12-in-1 Integrated Electric Motor System, sebuah pendekatan yang menggabungkan berbagai komponen penggerak listrik (motor, inverter, dan sejumlah unit kontrol lain) ke dalam satu unit yang lebih ringkas, alih-alih dipasang terpisah seperti pada arsitektur EV generasi sebelumnya.

Konsolidasi ini menghasilkan efisiensi sistem hingga 90,8%, dengan output tenaga 160 kW dan torsi 275 Nm. Dalam praktiknya, angka efisiensi setinggi itu berarti lebih sedikit energi yang terbuang sebagai panas selama proses konversi listrik menjadi tenaga gerak, yang pada akhirnya berkontribusi langsung pada jarak tempuh.

Efisiensi, Jarak dan Kecepatan Isi Ulang

Efisiensi sistem penggerak yang tinggi bermuara pada satu angka yang paling dicari konsumen: jarak tempuh. LEPAS E4 EV diklaim mampu menempuh lebih dari 600 kilometer dalam satu kali pengisian penuh, berdasarkan standar pengujian CLTC.

Namun jarak tempuh besar tidak banyak berarti tanpa pengisian daya yang cepat. Untuk itu, LEX Platform mendukung DC Fast Charging hingga 130 kW, yang mampu mengisi baterai dari 30% ke 80% dalam waktu sekitar 20 menit, durasi yang sepadan dengan waktu istirahat singkat di perjalanan jauh.

Menyesuaikan Diri dengan Jalan Indonesia

Rekayasa global saja tidak cukup tanpa penyesuaian terhadap kondisi lokal. LEX Platform dibekali kemampuan wading depth hingga 525 mm, memberi margin keamanan ekstra saat melintasi genangan air di musim hujan, menjadi sebuah pertimbangan yang relevan mengingat karakteristik cuaca dan infrastruktur jalan di Indonesia.

Selain itu, platform ini juga membawa fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW, yang mengubah kendaraan menjadi sumber listrik portabel. Fungsi ini memperluas peran mobil dari sekadar alat transportasi menjadi penunjang aktivitas luar ruangan, mengisi daya perangkat elektronik saat berkemah, piknik, atau kondisi darurat kelistrikan.

Mengunci Semuanya dengan Lapisan Keselamatan

Tahap akhir rekayasa platform ini adalah memastikan seluruh capaian di atas,  ruang, stabilitas, efisiensi, jarak tempuh,  dibangun di atas fondasi yang aman. Struktur bodi LEPAS E4 EV menggunakan 74% high-strength steel, dilengkapi 18 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan 6 airbag. Baterainya mengantongi sertifikasi ketahanan air dan debu IP68 serta IPX9K, sementara keseluruhan kendaraan dirancang untuk memenuhi standar pengujian tabrak Global NCAP.

GIIAS 2026, di mana LEPAS E4 EV dan LEPAS L8 PHEV dipamerkan di Booth LEPAS, Hall 9. Melalui sesi test drive langsung, pengunjung dapat merasakan sendiri bagaimana konsep Four More bekerja untuk sebuah kepuasan produk pada pelanggan.[Ahs/timBX]

Tags :

#
lepas e4,
#
lepas indonesia,
#
giias 2026