

MAY 08, 2011@13:17 WIB | 368 Views
Mengunjungi Paris Van Java, Bandung Jumat dan Sabtu kemarin (6-7/5), tidak lengkap bila tidak singgah ke pameran BIA. Hal itu yang memang telah direncanakan finalis BIA 2008 Irvan Hermawan. Menurutnya, proses mendapatkan ide untuk berinovasi bisa datang dari lingkungan sekitar yang ada sehari-hari. Kegiatan di luar lingkungan yang bisa kita lihat , perilaku seseorang atau aktivitas diri sendiri yang bisa dijadikan inspirasi di manapun. Melihat peluang kebutuhan untuk produk-produk yang bisa diperbaharui.
Pria yang sempat membeli buku Keep Your Lights On ini sangat tertarik dengan inovasi karena mengenyam pendidikan desain produk. Bekal di bangku perkuliahan telah menjadi masukan baginya untuk terus berinovasi dan berpikir out of the box. "Inspirasi bisa dateng kapan aja. Nggak perlu waktu khusus untuk memikirkan suatu inovasi terbaru. Mungkin dengan jalan-jalan seperti ini bisa liat inspirasi." katanya
Irvan menciptakan pelindung sepatu untuk pemain skateboard. Pembuatannya dikerjakan tahun 2008, namun idenya sendiri sudah ada sejak ia duduk di bangku SMP. Saat ikut komunitas skateboard di Bandung, terliat sepatu anak-anak skateboard rata-rata cepat rusak. "Kan mereka belinya yang bermerk. Pasti mahal-mahal. Saat masih kecil itu saya belum kepikiran gimana caranya bikin itu supaya nggak rusak.
Tapi sejak saya kuliah design produk baru terinspirasi. Ilmunya saya terapkan di SHOTORE skateshoes protector." lanjutnya lagi
Uniknya Shotore dirancang menggunakan bahan matrial biasa. Bisa digunakan untuk ukuran sepatu 35 sampai 45 dan dibuat fleksibel menyesuaikan ukuran kaki sang pengguna. Pertama-tama Irvan membandingkan bahan seperti berbagai jenis karet. Lalu digesek-gesekan langsung berulang-ulang. Lalu bahan yang lebih kuat digabungkan. Jadilah Shotore. Yang berfungsi untuk melindungi bagian-bagian yang rusak dari skateboard.
Irvan Hermawan bercerita, hal yang membawanya bisa menjadi finalis adalah saat mengajukan karyanya hanya ia yang membawa barangnya dengan bentuk konkritnya. Sehingga dari situ juri merasa tertarik untuk mengetahui ide Irvan. Jadi tidak hanya berupa ide pada gambaran 3 dimensi saja, tetapi juga prakteknya. Maka dari itu, untuk menciptakan inovasi bukan hanya butuh ide saja, tetapi butuh ilmu dan pengetahuan. Kemudian dikombinasikan. Teruslah bersemangat dalam berinovasi! [act/timBX]